SuaraJogja.id - Pemda DIY didesak segera merealisasikan pembangunan destinasi wisata sejarah. Banyak tetenger atau penanda sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ada di kota ini.
Pembangunan destinasi wisata sejarah ini penting mengingat Pemda DIY gencar melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur. Mulai dari pengembangan kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), pembangunan toilet bawah tanah sebesar Rp 5,7 Miliar hingga pembelian eks Hotel Mutiara sebesar Rp 170 Miliar untuk UMKM.
Ide melahirkan Museum Bung Karno yang pernah digagas pun sampai saat ini belum terwujud. Padahal seringkali Pemda DIY mengeluarkan anggaran besar untuk membangun infrastruktur atau membeli lahan untuk pembangunan destinasi wisata lain. Sedangkan destinasi sejarah masih sangat minim di DIY.
"Bangun WC (toilet-red) seharga Rp 5,7 miliar saja bisa, atau pembelian tanah untuk jjls harga miliaran saja bisa, masak bangun destinasi wisata sejarah yang menandai peran jogja dalam kemerdekaan RI, pemda [diy] tidak bisa," papar Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto disela kunjungan Museum Linggarjati, Kuningan, Jumat (26/01/2024).
Menurut Eko, Pemda DIY mestinya lebih serius mengembangkan destinasi wisata sejarah. Anggaran pun harus dikucurkan tak hanya untuk membangun namun juga merawat destinasi tersebut.
Pemda bisa memanfaatkan APBD ataupun dana keistimewaan (danais) untuk membangun destinasi wisata sejarah. Selain itu memelihara museum yang memperlihatkan daya juang para pendiri bangsa.
"Banyak tetenger-tetenger di jogja yang harus dapat atensi. Jogja bisa mencontoh pemkab kuningan yang mampu merawat museum linggarjati sebagai salah satu penanda perjalanan kemerdekaan NKRI saat perjanjian linggarjati pada november 1946. Perjanjian itu kan terjadi pasca ibukota negara dipindah ke jogja," paparnya.
Eko menambahkan, kajian dan penelitian perlu dilakukan secara mendalam untuk pembangunan destinasi wisata sejarah. Peraturan daerah (perda) pun dibutuhkan sebagai payung hukum dalam pelestarian nilai-nilai sejarah bangsa yang berawal dari DIY.
Tak hanya Museum Bung Karno, museum kedaulatan negar dan museum kota republik bisa dikembangkan di DIY. Karenanya diharapkan semua pihak, termasuk Dinas Kebudayaan Daerah (disbud) DIY dan Dinas Pariwisata (dispar) DIY untuk duduk bareng secara serius untuk membangun destinasi destinasi wisata sejarah.
Baca Juga: Raperda Dikebut, Setiap Kalurahan di DIY Bakal Dapat Rp1 Miliar Per Tahun
"Karena ini membutuhkan kajian-kajian butuh penelitian penelitian yang mendalam seperti waktu Perda membuat naskah akademik untuk serangan Umum 1 Maret yang di situ kita ketahui bahwa Sultan HB 9 yang memiliki peran untuk mengambil inisiatif atas serangan umum 1 Maret 1946. Nah ini saya kira penting [untuk pengembangan perda destinasi wisata sejarah]," ungkapnya.
Ditambahkan Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Sudaryanto, pengembangan destinasi wisata sejarah sangat penting. Sebab sejarah hari ini mulai kabur dan banyak generasi muda yang melupakan.
"Kita perlu sepakat untuk melestarikan atau mempertahankan sejarah panjang itu dan percaya kedepan sejarah ini didokumentasi sehingga teman-teman atau anak keturunan kita bisa melihat kembali sejarah panjang di Negara Republik Indonesia ini," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026