SuaraJogja.id - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut bahwa rumah hunian sederhana dan sehat dengan harga terjangkau makin diminati masyarakat di kabupaten/kota di provinsi ini.
"Sangat diminati dan dicari, karena di DIY sendiri pengembang perumahan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," kata Sekretaris DPW Apernas DIY Suranto saat menghadiri Akad Massal Rumah Subsidi untuk Perumahan Nawa Village Pleret di Yogyakarta, Sabtu.
Memahami akan kebutuhan hunian sederhana dan sehat, pihaknya melalui salah satu anggota asosiasi yaitu PT Maro Anugrah mengembangkan kawasan hunian asri, didukung udara bebas polusi dengan konsep murah, berkualitas dan perizinan jelas.
"Jadi kami selaku organisasi mempersiapkan rumah sehat, sebenarnya bukan murah tapi terjangkau, karena kami juga menghadirkan rumah yang berkualitas," katanya.
Dia mengatakan, hunian yang disediakan ada rumah yang disubsidi pemerintah bagi masyarakat dengan kriteria tertentu, kemudian rumah komersil bagi masyarakat umum dengan fasilitas Kredit Perumahan Rakyat (KPR) di bank milik pemerintah, juga secara tunai.
"Rumah subsidi, tentu saja konsumen yang mau membeli harus bersih BI cecking, karena tidak serta merta kami memberikan kredit rumah subsidi pada orang yang punya utang di mana-mana, tidak mampu bayar dan sebagainya," katanya.
Dia mengatakan, mengingat tingginya permintaan rumah sederhana sehat, masyarakat perlu memastikan bahwa perusahaan pengembang properti tersebut sudah berdiri sejak lama dan terpercaya, kemudian tergabung dengan asosiasi.
"Istilahnya bukan liar, kemudian yang ketiga kerja sama dengan bank pemerintah, otomatis dalam hal ini Bank BTN, itu biasanya eksistensinya atau kredibilitas sudah terjamin, karena kalau dengan asosiasi sudah ada legalitas apalagi kalau sudah dengan bank pemerintah," katanya.
Sementara itu, Humas pengembang hunian Nawa Village Pleret Heri Sugiyarto mengatakan, hunian yang dikembangkan di Pleret Bantul, sebagai kawasan sekitar percepatan kenaikan nilai investasi cukup tinggi itu merupakan kompleks perumahan dengan berbagai tipe mulai medium hingga premium.
Baca Juga: Kesulitan Kejar Ketertinggalan Negara Lain, PGRI DIY Desak Penerapan Pendidikan Khas Kejogjaan
"Nawa Village menyuguhkan konsep hunian murah, kualitas premium dan letak strategis, nyaman dan kelengkapan administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dan saat ini diadakan akad massal bagi pemilik 42 unit kapling perumahan," katanya.
Berita Terkait
-
Semarakkan HUT DIY, Pameran Produk Unggulan Wirausaha Desa Preneur Digelar
-
Drama Relokasi Teras Malioboro 2: Pedagang Tridharma Vs Pemda, Siapa yang Menang?
-
Kendala Administrasi Hambat Pelaksanaan MBG di DIY
-
Bangkitkan Kreativitas Lewat Proyek DIY, Seni Berkreasi dari Nol
-
Warga DIY dan Jakarta Tenang! Bayar Pajak Kendaraan Tak Naik Meski Ada Opsen
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo