SuaraJogja.id - Pemilihan Calon Anggota Legislatif (Caleg) 2024 ini memang membawa beberapa kejutan di Gunungkidul. Berdasarkan perhitungan suara KPU Gunungkidul, hingga pukul 04.00 WIB sudah menyelesaikan 470 dari 629 TPS atau 74,72 %.
Selain kemungkinan kekalahan ketua DPRD Gunungkidul sekaligus Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Surbekti Kuntariningsih juga ada fenomena beberapa keluarga yang berhasil menempatkan lebih dari satu anggota keluarganya duduk di Kursi DPRD.
Mereka adalah keluarga wakil ketua DPRD Gunungkidul sekaligus Sekretaris Jenderal DPW Partai Nasdem DIY, Suharno. Kemudian keluarga dari anggota DPRD Gunungkidul dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus pengusaha Properti kenamaan di Gunungkidul, Timbul Suryanto serta mantan Kepala Kantor Kementrian Agama Gunungkidul, Arief Gunadi.
Suharno, politisi Partai Nasdem ini bisa disebut sebagai maestro Pemilu. Dia sudah memang politisi yang sarat pengalaman. Usai berpisah dengan PDIP, lelaki ini berhasil kembali menduduki kursi DPRD Gunungkidul di Pemilu 2019 melalui Partai Nasdem. Di tahun 2019 itu pula dia mampu menghantarkan anaknya, Rian Eko Wibowo juga duduk di kursi DPRD Gunungkidul.
Pada Pemilu 2024 ini, prestasi politik yang gemilang juga ditorehkan oleh Suharno. Politisi asal Karangmojo ini mampu mengumpulkan suara terbanyak caleg DPRD DIY asal Gunungkidul karena mendapatkan sebanyak 25.762 suara. Jumlah tersebut jauh lebih banyak ketimbang ketua DPRD DIY yang mendapat suara sebesar 14.146 suara.
Suharno juga mampu membantu anaknya Rian Eko Wibowo yang bertempur di Dapil 1 Gunungkidul dengan mengumpulkan 7.5559 suara. Kemudian anak keduanya yang baru masuk ke kancah politik, Silvia Mega Haminanda di Dapil 3 dengan mengumpulkan suara 4.267 mengalahkan ketua DPRD Gunungkidul di dapil yang sama, Endah Surbekti Kuntariningsih yang mendapat 2.839 suara.
Politisi lain yang cukup gemilang kali ini adalah Timbul Suryanto. Selain dirinya berhasil menduduki kursi DPRD DIY dari PKB di dapil Gunungkidul dengan mengumpulkan 14.731 suara. Dia juga menghantarkan istrinya, Sulastini juga dari PKB untuk menjadi kampiun di Dapil 3 dengan mengumpulkan 3.834 suara. Kemudian juga adik iparnya, Ibnu Sugeng Riyanto yang bertarung melalui PKB di dapil 4 dengan mengumpulkan 2.954 suara.
Sementara mantan Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul Arief Gunadi mampu duduk di kursi DPRD Gunungkidul dengan kendaraan PKB dari Dapil 1. Arief Gunadi mampu memperoleh 6.831 suara di dapil 1 tersebut. Selain itu, istrinya yaitu Wiwik Widiastuti yang kini menduduki jabatan wakil ketua DPRD Gunungkidul dari PAN juga berhasil menduduki kursi dewan dengan mengoleksi 6.258 suara.
Kontributor : Julianto
Baca Juga: Gagal Menanjak, Bus Rombongan Takziah Asal Gunungkidul Terperosok ke Jurang di JJLS Purwosari
Berita Terkait
-
Handphone Meledak saat Dicas, Rumah Warga Gunungkidul Nyaris Ludes Terbakar
-
Viral Warga Gunungkidul Dihebohkan Pelangi yang Bentuknya Nyaris Sempurna, Begini Penampakannya
-
Real Count Sementara KPU, Ketua DPRD Gunungkidul Sekaligus Ketua DPC PDIP Gunungkidul Tak Lolos Parlemen?
-
Gagal Menanjak, Bus Rombongan Takziah Asal Gunungkidul Terperosok ke Jurang di JJLS Purwosari
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK