SuaraJogja.id - Polisi mengaman empat orang yang terlibat dalam kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan di sebuah konter hp di Jalan Ngapak, Kenteng, Sidokarto, Godean, Sleman beberapa waktu lalu. Satu pelaku yang kabur saat ini masih dalam pencarian polisi.
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian menuturkan peristiwa pencurian itu berawal pada Sabtu (20/1/2024) lalu sekira 20.30 WIB. Saat itu saksi telah menutup ruko atau konter hp dan tidak ada yang menunggu.
Kemudian pada Minggu (21/1/2024) sekira pukul 08.30 WIB karyawan membuka kembali ruko tersebut. Ia curiga setelah melihat kondisi dalam ruko sudah acak-acakan setelah dicek ternyata ada tembok belakang yang rusak atau berlubang.
"Jadi berawal dari sebuah toko di daerah Godean yang telah hilang sebanyak kurang lebih 266 hp berbagai macam jenis yang kalau dikalkulasi kerugiannya laporan yang kita dapat Rp672 juta," kata Adrian, saat rilis di Mapolresta Sleman, Kamis (14/3/2024).
Polisi yang mendapat laporan itu lantas mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan. Di sana ditemukan modus para pelaku yakni dengan menjebol dinding dan brankas toko.
"Pelakunya pasti sudah sering bermain, karena namanya menjebol dinding dan membongkar brangkas tidak mudah bagi orang awan tapi mereka dengan mudah melakukan dengan singkat," ucapnya.
Dari olah TKP tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti dan alat bukti termasuk memeriksa CCTV. Namun sayangnya Digital Video Recorder (DVR) CCTV di toko tersenut sudah dicabut dan dibuang oleh para pelaku.
Tak berselang lama polisi lantas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi transaksi jual beli hp dengan jumlah banyak. Mencurigai transaksi tersebut, kepolisian lalu turun untuk mengecek secara langsung.
"Kurang lebih lima hari dari kejadian kita berhasil mengungkap. Kita tahu cara pelaku melakukan pencurian itu yakni menggunakan linggis bor manual dan gerinda untuk menjebol brankas tersebut. Mereka membagi tugas-tugasnya sehingga cepat," ungkapnya.
Baca Juga: Seorang Bocah 4 Tahun Dilaporkan Hanyut di Selokan Mataram Sleman
Empat pelaku yang berhasil diamankan adalah JM (46) IK (45) MR (41) serta satu orang ibu rumah tangga yang berperan selaku penadah IR (45). Satu orang pelaku masih dalam pencarian atas kasus ini.
"Pelaku diamankan di Bogor dan Tangerang, Banten. Satu pelaku berinisial BU masih dalam pencarian. Foto identitas pelaku sudah kita kantongi semua," terangnya.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita 56 hp sebagai barang bukti yang belum sempat dijual. Sedangkan sisanya sudah dijual murah baik secara langsung maupun online.
"Hasil pemeriksaan para pelaku ini residivis, mereka telah melakukan kejahatan di 18 TKP di Jogja ada dua lokasi, sisanya tersebar di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Mereka spesialis barang kelontong. Kecuali penadah yang baru sekali," ungkapnya.
Atas kejadian tersebut para pelaku diancam menggunakan Pasal 363 dengan ancaman 7 tahun penjara dan untuk penadah disangkakan Pasal 480 KUHP dengan kurungan penjara selama 4 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa
-
Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja
-
PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka
-
Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia