SuaraJogja.id - DPC NasDem Sleman telah membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Sleman untuk Pilkada 2024 mendatang. Nama Bupati Sleman saat ini Kustini Sri Purnomo hingga mantan Sekda Sleman Harda Kiswaya tercatat dalam daftar tersebut.
Ketua Nasdem Sleman, Surana menuturkan pendaftaran penjaringan itu sudah dilangsungkan pada 1-7 Mei 2024 kemarin. Setidaknya ada enam nama yang mendaftarkan diri baik untuk bakal calon bupati maupun wakilnya.
"Yang daftar itu pertama Pak Harda Kiswaya, kedua Bu Kustini Sri Purnomo, ketiga saya sendiri diajukan partai, iya (untuk bakal calon bupati)," kata Surana dihubungi, Selasa (14/5/2024).
"Untuk wakilnya ada tiga. Reno Sangaji Lurah Condongcatur, Pak Khairul, mas Nurcolis DPRD Provinsi," imbuhnya.
Baca Juga: Batas Pendaftaran Bacalon Perseorangan untuk Pilkada Bantul Ditutup, KPU Sebut Tak Ada yang Tertarik
Selanjutnya, disampaikan Surana, daftar nama yang sudah mendaftar itu akan dilakukan pemeriksaan kelengkapan berkas. Setelah itu dilakukan fit and proper tes kepada para kandidat.
Kemudian diserahkan ke tingkat DPW untuk dilakukan pleno. Lantas baru dikirim ke DPP Jakarta untuk selanjutnya diberikan rekomendasi.
"Pada jeda ini kita komunikasikan dengan para bacalon nanti kita sampaikan perkembangan-perkembangannya kepada mereka. Nanti rencananya ada profiling dulu masing-masing bacalon, kita profiling, setelah kita profiling kita sampaikan kepada pusat," ungkapnya.
"Daerah itu kan hanya melakukan syarat administratif saja. Pusat yang akan menentukan kebijakan berdasarkan hasil survei biasanya kalau NasDem itu, kita langsung survei juga nanti," sambungnya.
Surana memastikan semua kandidat yang mendaftar dalam penjaringan ini memiliki kans sama. Tidak ada nilai khusus yang diberikan baik untuk kader sendiri atau bukan.
"Enggak (dibedakan) kalau yang kita ajukan ini sama, tapi yang akan menentukan nanti dibuatkan rekomendasi dari pusat kan hasil survei dan fit and proper tes. Jadi dasarnya ilmiah bukan suka tidak suka," terangnya.
Berita Terkait
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Surya Paloh Nyaris 'Sulap' Kantor NasDem Bali Jadi Kedai Kopi! Ini Penyebabnya Batal
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Gustavo Tocantins Beri Sinyal Positif, PSS Sleman Mampu Bertahan di Liga 1?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan