SuaraJogja.id - Direktur PT Taru Martani, NAA baru saja ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejati DIY, Selasa (28/5/2024). Melakukan tindak pidana korupsi, NAA disebut menggunakan uang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemda DIY tersebut untuk keuntungan pribadi.
Aspidsus Kejati DIY, Muhammad Ansar Wahyudin di Yogyakarta, Selasa Sore mengungkapkan, NAA memang sejak awal disinyalir mencari keuntungan pribadi saat menginvestasikan uang badan usaha tersebut dalam Perdagangan Berjangka Komoditi berupa kontrak berjangka emas atau emas derivatif dengan PT Midtou Aryacom Futures.
"Ada keuntungan sebesar Rp7 miliar dan Rp1 miliar sekian dimasukkan kas PT Taru Martani, sementara sisanya masih diputar lagi oleh tersangka untuk modal lagi," paparnya, Selasa.
Membuka rekening di PT Midtou Aryacom Futures atas nama pribadi, NAA diketahui melakukan investasi emas dalam beberapa tahap. Dana sekitar Rp18,7 miliar bahkan diinvestasikannya dalam beberapa tahap sejak 2022 hingga 2023.
Namun dalam perkembangannya, menurut Ansar, bisnis investasi emas NAA mengalami kerugian. Dari hasil penyidikan Kejati DIY terhadap akun investasi tersangka, anggaran yang awalnya Rp 17 miliar hanya tersisa Rp 8 juta.
"Rp 17 miliar itu belum balik, hilang itu. Summary record tanggal 5 Juni 2023 dinyatakan akun tersangka mengalami kerugian uang sudah tidak ada uang. Tersisa Rp 8 juta dan sudah kita tarik dan jadi barang bukti," paparnya.
Dalam kasus tersebut, NAA dijerat Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18.
Untuk mendalami kasus tersebut, Kejati meminta keterangan sejumlah saksi. Terkait penambahan tersangka, Kejati akan menunggu perkembangan penyelidikan.
"Untuk perusahaan kita sudah mintai keterangan sekitar tiga orang. Untuk sementara kita jadikan saksi, untuk tersangka lain tidak menutup kemungkinan. Untuk perkembangan mungkin nanti kita lihat dulu," katanya.
Baca Juga: Lakukan Tindak Pidana Korupsi, Kejati DIY Tetapkan Direktur PT Taru Martani jadi Tersangka
Sebelumnya diketahui NAA ditetapkan jadi tersangka dan ditahan selama 20 hari kedepan. NAA disinyalir melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan dana investasi senilai Rp18,7 Miliar dengan menggunakan uang PT Taru Martani.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir