SuaraJogja.id - Menjelang gelaran Pilkada Sleman, sejumlah partai bahkan para bakal calon yang akan mengikuti kontestasi mulai bergerilya menghimpun koalisi dan dukungan.
Belum lama ini beredar sebuah video singkat yang memperlihatkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang melakukan pertemuan khusus dengan Ketua DPD Gerindra DIY Danang Wicaksana Sulistya.
Terlihat dalam video itu sosok petahana yang siap maju kembali di Pilkada Sleman 2024 tampak berbincang akrab dengan Danang yang akrab disapa DWS.
Tampak pula dalam video itu Ketua DPD PAN Sleman Raudi Akmal yang mendampingi kedua tokoh yang sempat bertarung di Pilkada Sleman 2020 silam.
Ketika dikonfirmasi, DWS membenarkan bahwa benar dirinya baru saja bertemu dengan Kustini seperti video yang tersebar di WhatsApp. DWS mengatakan, pertemuan itu berlangsung di sebuah tempat, pada Sabtu (25/5/2024) kemarin.
"Betul. Sabtu lalu, setelah pemberangkatan Jamaah Haji Kloter 53 Kab Sleman. Kebetulan sedang mengantar kakak saya berangkat haji," kata DWS.
Ia tidak menampik, dalam pertemuan tersebut juga sedikit banyak membahas tentang Pilkada Sleman yang akan digelar pada November 2024, mendatang.
"Ya kan kalau warga politik bertemu, biasanya terus nyenggol ke event politik terdekat," katanya.
Menurutnya, komunikasi politik menjelang Pilkada Sleman adalah sesuatu yang wajar, meski Kustini pernah menjadi lawan politiknya kala dirinya menjadi calon bupati pada Pilkada Sleman 2020.
Baca Juga: Ancang-ancang Pilkada DIY: Dua Parpol di Gunungkidul Ini Pilih Koalisi Lebih Dulu
"Artinya hal wajar saja komunikasi politik menjelang pilkada Sleman 2024. Sesuai ajaran Pak Prabowo. Walau kemarin berhadapa, tapi demi Sleman, kami terbuka untuk komunikasi," pungkasnya.
Disinggung apakah dalam pertemuanya dengan Kustini juga membahas peluang koalisi, DWS mengatakan di dalam politik segala kemungkinan masih bisa terjadi.
"Yah sedikit ada pembahasan itu lah ya. Di politik segala kemungkinan masi bisa terjadi, untuk Sleman ben ora ngene-ngene wae," katanya.
Selanjutnya, DWS mempersilakan kepada Kustini untuk menjalin komunikasi dengan pengurus DPC Gerindra. Dia menambahkan, saat ini DPD Gerindra DIY masih menunggu hasil penjaringan dari DPC, termasuk dari DPC Sleman.
"Saya persilakan untuk diskusi dengan rekan-rekan di DPC Gerindra Sleman, masih terbuka peluang untuk komunikasi. Kami di DPD masih menunggu hasil penjaringan rekan-rekan di DPC," imbuhnya.
Seperti diketahui, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan akan kembali maju sebagai calon Bupati Sleman. Saat ini, Kustini telah mendapat rekomendasi dari PAN.
Selain itu, Kustini juga telah mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon kepala daerah ke DPC PDIP Sleman. Dua partai tersebut, yakni PAN dan PDIP berhasil memenangkan Kustini yang berpasangan dengan Danang Maharsa dalam Pilkada Sleman 2020, lalu.
Berita Terkait
-
Desak DPR Tak Buru-buru soal RUU KUHAP, Koalisi Masyarakat Sipil Beberkan 9 Poin Catatan Krusial
-
Banyak Penolakan, Sekjen Gerindra Pede Prabowo Segera Teken UU TNI yang Baru
-
RUU TNI Disahkan, Orde Baru Jilid 2? Kekerasan Sipil Mengintai
-
RUU TNI, Akademisi Soroti Bahaya Operasi Nonperang Tanpa Persetujuan DPR
-
Bahas RUU TNI Dijaga Rantis, Gerakan Nurani Bangsa: Apa Jaminan Dwifungsi ABRI Tidak Kembali?
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan