SuaraJogja.id - Sebanyak 80 mahasiswa FISIP Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY) berkunjung ke kantor Suarajogja.id---jaringan Suara.com di Yogyakarta, Kamis (6/6/2024). Kedatangannya merupakan salah satu kolaborasi antara industri media dan perguruan tinggi untuk mengembangkan soft skill mahasiswa.
Dosen FISIP Universitas Atmajaya Yogyakarta, Olivia Lewi Pramesti mengungkapkan program ini bernama Jalin (Jaringan Kemitraan Mata Kuliah) dari Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UAJY.
"Jalin sendiri mengajak mahasiswa untuk belajar suasana dan kinerja industri secara langsung termasuk isu-isu terkini dari industri itu sendiri," ujar Olivia Lewi di kantor Suarajogja.id, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY.
Lewi memaparkan bahwa tak hanya membekali mahasiswa saja, di sisi lain, dari kolaborasi ini perguruan tinggi mendapat masukan dari industri untuk pengembangan kurikulum ke depan.
Program Jalin sendiri, dikatakan Lewi sudah berjalan sejak tahun lalu, sehingga kegiatan ini penting untuk menyiapkan mahasiswa terjun di dunia kerja dan juga perkembangan fakultas.
"Jalin ini diusahakan terus menerus, karena magang merdeka dari Kemendikbud harus merangkul industri untuk mengembangkan diri kami juga." kata dia.
Berangkat dari mata kuliah penulisan naskah jurnalistik, mahasiswa tersebut diberikan sejumlah pandangan termasuk ilmu bagaimana industri media bergerak. Termasuk pengalaman-pengalaman beberapa mahasiswa UAJY yang sedang melaksanakan magang di Suara.com.
Jalan Masuk Berkarier di Industri Media
Lewi tak menampik bahwa dengan program ini menjadi jalan masuk bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan kariernya di bidang jurnalistik. Tak jarang beberapa mahasiswa magangnya mendapat apresiasi dari perusahaan media, bahkan ada yang bekerja di industri ini.
Baca Juga: Berbagi Kebaikan, Suara.com dan Yoursay Bagikan Takjil Gratis di Tugu Jogja serta Malioboro
"Iya jadi saya minta tugas story dan ternyata mereka pakai untuk melamar bekerja, ini juga diapresiasi oleh media yang bersangkutan. Saya juga merasa bangga, mereka juga menempati posisi yang memang bagus bagi saya, medianya juga enggak ecek-ecek, ada di Kompas cetak dan di kementerian mereka menangani media sosialnya," sebut Lewi.
Mahasiswi Ilmu Komunikasi semester 4, UAJY Nila Angelia, awalnya mengira bekerja di industri media hanya berkutat soal menulis berita. Kedatangannya membuka pandangan baru bagaimana industri media bergerak.
"Sebelum kunjungan ini aku mikirnya di media itu kayak nulis, nulis, nulis berita saja. Setelah tahu ternyata enggak cuma terjun ke lapangan menulis berita. Ternyata ada komponen lain kayak video yang enggak kalah menarik," ujar dia.
Sementara mahasiswi lainnya, Dayu mengaku tertarik untuk terjun di dunia media selepas dirinya lulus. Bukan tanpa alasan, menurutnya ia lebih nyaman mengikuti ritme mata kuliah di bidang jurnalistik sejauh ini.
"Udah menentukan juga dari matkul-matkul juga merasa tertariknya ke media. Karena lebih enjoy base-nya ke media, seperti jurnalistik. Jadi pengin magang dan juga sekalian kerja di media," kata dia.
Lanjutkan Kerjasama
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup