SuaraJogja.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul, telah membentuk relawan pengawas partisipatif untuk mendukung pengawasan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2024.
Menurut anggota Bawaslu Bantul, Dewi Nurhasanah, inisiatif pembentukan relawan ini bertujuan untuk mengatasi ketidakseimbangan antara jumlah pengawas dan wilayah yang harus diawasi.
"Relawan pengawas partisipatif ini merupakan program inisiatif dari Bawaslu Bantul, yang dilatarbelakangi dari tidak berimbang antara jumlah pengawas dengan wilayah yang harus dilakukan pengawasan," ujar Dewi, Minggu (7/7/2024).
Dewi menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan karena jumlah pengawas yang terbatas. Oleh karena itu, Bawaslu Bantul menggandeng panitia pengawas pemilu kecamatan (panwascam) di 17 kecamatan serta pengawas kelurahan atau desa untuk membentuk relawan pengawas partisipatif ini.
Terpisah, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Bantul menjelaskan bahwa relawan pengawas partisipatif akan berbasis dusun. Setiap dusun diharapkan memiliki satu relawan pengawas, dengan target terbentuknya 933 relawan pengawas partisipatif di seluruh Bantul.
Relawan ini bekerja secara sukarela tanpa pamrih untuk membantu pengawasan di wilayah masing-masing, serta mendukung sosialisasi pengawasan partisipatif dan melaporkan potensi pelanggaran kepada panwascam atau pengawas kelurahan.
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, menyatakan bahwa Bawaslu juga aktif melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada masyarakat, sesuai dengan Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif.
Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan tatap muka di tingkat RT dan dusun, dengan fokus pada pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan pencegahan praktik politik uang.
Selain itu, Didik mengingatkan masyarakat untuk aktif mengawal hak pilih selama tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada oleh petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih). Masyarakat diimbau memastikan tidak ada pemilih yang tercecer dan memastikan warga yang meninggal tidak terdaftar dalam data pemilih. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda