SuaraJogja.id - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X ambil suara terkait maraknya penambangan ilegal di sejumlah kabupaten di DIY. Sultan memastikan tambang-tambang ilegal tersebut ditutup apapun alasannya.
"Ya kan kemarin itu kan banyak [penambangan] yang ilegal. Ditutup aja, kenapa takut?," papar Sultan di DPRD DIY, Senin (8/7/2024).
Menurut Sultan, kabupaten harus ikut bertanggungjawab dalam mengatasi masalah penambangan ilegal di masing-masing daerah. Apalagi saat ini dilaporkan ada 32 tambang ilegal di kabupaten Kulon Progo, Gunungkidul, Bantul dan Sleman yang dihentikan aktivitasnya.
Meski ada penutupan, bukan berarti Sultan melarang adanya penambangan di DIY. Raja Keraton Yogyakarta itu hanya meminta para penambangan mentaati aturan perijinan.
"Misalnya di Gunungkidul, tambangnya di karst yang di kawasan nggak boleh ditambang, kan ada semuanya, harus dilihat itu nanti akhirnya. Bukan berarti nggak boleh [menambang], kan juga memungkinkan tambang itu. Yang penting nggak ilegal, proses itu harus ada izin, kalau ilegal tutup aja," tandasnya.
Sementara Sekda DIY, Beny Suharsono mengungkapkan Pemda DIY memang serius dalam menangani masalah penambangan ilegal. Mereka yang tidak memiliki ijin penambangan harus menghentikan aktivitasnya sementara waktu.
"Jadi artinya harus melengkapi izin. Tadi ND [Ngarso Dalem -Sri Sultan HB X] juga bilang, bukan nggak boleh [menambang] tapi harus sesuai syarat dan perizinan harus dilalui," ungkapnya.
Selain perijinan, Beny meminta para penambang juga memperhatikan tata ruang. Mereka harus tahu kawasan mana saja yang boleh ditambang atau tidak.
"Makanya yang paling penting itu soal izin supaya jadi legal, kalau legal kan ada aturan nya setelah izin keluar harus ada amdal dan lain-lain," ujar dia.
Baca Juga: Miris! Terganjal Sistem PPDB, Siswa Difabel di Jogja Terpaksa Masuk Sekolah Swasta
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan
-
JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang