SuaraJogja.id - Korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru ngaji di kapanewon saptosari Gunungkidul akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Kepolisian. Kamis (24/7/2024) sore, 4 dari 10 korban melaporkan peristiwa pelecehan seksual tersebut ke Unit Pelayanan Dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Gunungkidu.
Salah satu tokoh masyarakat Saptosari, Heri Yulitanto menuturkan terkait dengan peristiwa yang terjadi di wilayah mereka, pada hari Kamjs ini secara resmi pihaknya mewakili dari beberapa orangtua korban membuat laporan. Mereka membuat laporan atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak-anak mereka.
"Kami orang tua dari anak-anak (korban) akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polisi," ujarnya usai melapor.
Usai kejadian, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan mereka sebagai orang tua. Salah satunya lebih untuk mencari atas keadilan atas para korban. Orangtua merasa ada kejahatan yang dilakukan oleh pelaku kepada anak-anak mereka.
Oleh karena itu mereka memilih untuk opsi yang nanti tidak ada kesalahan di pihak korban, sehingga orangtua korban memilih untuk melaporkan kejadian ini secara resmi. Mereka merubah sanksi adat pengusiran menjadi tindak pidana
"Ya agar ada sanksi sesungguhnya ke pelaku," tutur dia.
Harapannya kalaupun nanti terbukti maka yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi hukum secara semestinya. Dan atas proses yang nanti, pihaknya akan mencoba mengikuti alur yang ditetapkan polisi. Untuk sementara korban masih 10 orang namun saat ini dalam tahap penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Ahmad Mirza mengakui ada 4 orang tua korban yang melaporkan dugaan pelecehan seksual tersebut ke Polres Gunung Kidul. Karena korbannya anak-anak maka pihaknya bakal langsung menggelar perkara dan menentukan apakah statusnya ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.
"Anak-anak akan ada pendampingan. Dan sesuai dengan pesan dari buka Polres maka prosesnya akan kami buat anak senyaman mungkin. Jika perlu pemeriksaan dilakukan di kediaman korban tanpa membawa atribut Kepolisian," kata dia.
Baca Juga: Oknum Guru Ngaji di Gunungkidul Cabuli 10 Muridnya, Warga Naik Pitam hingga Usir Terduga Pelaku
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan