SuaraJogja.id - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY berkolaborasi dalam merealisasikan program reformasi kelurahan di wilayah ini.
Sekretaris Daerah DIY Beny Suharsono dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis, mengatakan kolaborasi kedua instansi akan membuat program reformasi kelurahan lebih tepat sasaran.
"BPKP DIY menyatakan ingin membantu agar tata kelola pemerintahan di kelurahan itu akan lebih baik lagi. Saya kira rencana ini menarik karena Ngarsa Dalem (Gubernur DIY) juga ingin reformasi kalurahan tidak hanya simbol teorisasi, tetapi secara fakta terimplementasi di lapangan," kata Beny.
Dia berharap kolaborasi dengan BPKP DIY dapat menjadi role model agar program-program reformasi kalurahan yang dijalankan bisa mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kolaborasi itu, menurut Beny, BPKP DIY berencana melakukan pendampingan di kelurahan terkait pengelolaan keuangan, membuat laporan keuangan, serta memasarkan produk yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat.
"Tentunya kolaborasi yang dilakukan nantinya harus konkret sehingga segera dapat memberi manfaat untuk masyarakat," kata dia.
Kepala BPKP DIY Setya Nugraha mengatakan sebagai internal auditor pemerintah, pihaknya telah menyerahkan laporan evaluasi hasil kinerja Pemda DIY untuk semester satu tahun 2024.
Dalam laporan itu memuat rekomendasi-rekomendasi perbaikan pengelolaan dan reformasi birokrasi Pemda DIY, termasuk terkait reformasi kelurahan.
"Terkait dengan reformasi kalurahan, ada beberapa program yang juga bisa kami lakukan misalnya membekali para punggawa di kelurahan dengan ilmu agar lebih kompeten," kata dia.
Baca Juga: Sempat jadi DPO, Terpidana Penipuan Calon Haji Khusus di Sleman Berhasil Diamankan
Setya meyakini dengan keberhasilan kelurahan meraih kesuksesan maka akan memberikan banyak dampak positif sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud dengan baik.
Reformasi kelurahan merupakan salah satu komponen prioritas dalam Visi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY masa jabatan 2022-2027, selain pemberdayaan kawasan selatan, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Program itu diproyeksikan sebagai aktivator sosial dalam meningkatkan kualitas hidup, kehidupan, dan penghidupan masyarakat, pembangunan yang inklusif, dan pengembangan kebudayaan di DIY.
Berita Terkait
-
Atasi Kekeringan, DIY Bakal Ciptakan Hujan Buatan Gunakan Pesawat BNPB
-
Bappenas Pantau Pembangunan Inklusif Multipihak Melalui PRYAKKUM
-
Belajar dari Gempa 2006, Keraton Yogyakarta Matangkan Mitigasi Bencana Libatkan Abdi Dalem
-
BNNP DIY Bongkar Penyelundupan Sabu 1,6 kg, Pemkot Yogyakarta Perketat Keamanan Kemantren
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup
-
Tak Punya Anggaran, Sektor Kebudayaan Jogja Ikut Tergerus, TBY Pangkas Event dan Kurator
-
Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan