Imelda sempat mengira Marchia hanya bercanda. Namun saat dibangunkan putrinya tak kunjung merespons.
Tak berpikir lama, dia langsung memberikan pertolongan pertama dan segera membawa ke fasilitas kesehatan terdekat yang berjarak 15 Kilometer dari penginapan.
"Waktu itu yang terdekat Puskesmas, itu pun kondisi sepi karena libur Idul Adha. Saat tiba di sana saya sudah merasa kalau Marchia sudah enggak ada dan ternyata benar," tuturnya.
Meski berat Imelda mencoba untuk tegar dan menerima kenyataan itu. Dia merasa bersyukur masih bisa mendampingi putrinya hingga detik-detik akhir hidupnya.
Sebastian kembali menyambung cerita istrinya tentang figur Marchia. Dimata Sebastian, putrinya merupakan anak yang bersemangat dan bertekad kuat.
Hal itu ditunjukkan dengan kebiasaan Marchia yang selalu belajar hingga larut malam. Bahkan terkadang kurang memperhatikan pola makan sehingga mengidap asam lambung.
"Jadikan pengalaman dari Marchia ini lebih bersyukur dan peduli. Harapannya ini bisa jadi bahan perenungan, kalian memanfaatkan waktu dengan baik dan jangan menyepelekan soal makan dan lakukan pola hidup sehat," pesannya.
FEB Sampaikan Bela Sungkawa
Dalam kesempatan terpisah, Wakil Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bayu Sutikno, mewakili keluarga besar FEB UGM menyampaikan bela sungkawa atas berpulangnya Marchia Hutabarat.
Baca Juga: Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku Pembawa Sajam, Tewasnya Mahasiswi UNISA Segera Terungkap?
Kehadiran orang tua Marchia di pekan pertama perkuliahan memunculkan rasa kehilangan yang begitu mendalam. Namun di sisi lain sekaligus menunjukkan komitmen dan semangat untuk memotivasi kolega mendiang Marchia untuk memanfaatkan kesempatan terbaik berkuliah di FEB UGM.
"Almarhum yang diterima di UGM melalui jalur SNBP menunjukkan prestasi yang sangat tinggi dan semangat gigih dari Balige, Sumatera Utara untuk menuntut ilmu di Yogyakarta," ucap Bayu.
Berpulangnya Marchia akibat sakit menjadi pengingat khususnya bagi mahasiswa untuk selalu bersyukur telah diberikan kesempatan berkuliah UGM. Bayu bilang kepergian Marchia sekaligus mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan dan menjaga komitmen dari orang tua.
"Selamat jalan Marchia, semangat dan perjuanganmu selalu menginspirasi kami!" pungkas Bayu.
Berita Terkait
-
Dua Mahasiswi Jadi Korban Begal Payudara di Kawasan Selokan Mataram Dalam Waktu Berdekatan, Ini Kata Polisi
-
1.000 Mobil Mewah dan Tudingan Borosnya Perayaan HUT RI di IKN bikin PUKAT Heran
-
Warga Sleman Bakal jadi Miliarder saat Proses Ganti Rugi Tol, Pakar UGM: Harus Ada Edukasi agar Tak Hedon
-
Manfaatkan Ekstrak Kulit Buah Naga, Mahasiswi FKG UGM Buat Inovasi Permen Karet Pengangkat Plak Gigi
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja