SuaraJogja.id - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menangkap perkembangan wacana untuk membuat partai politik sendiri usai tak maju Pilkada 2024. Saat ini semua hal terkait parpol tersebut tengah dalam proses kajian.
"Itu semua (bikin parpol) sedang dalam proses kajian. Nanti kita lihat. Nanti begitu sudah ada arahnya pasti diumumkan," kata Anies saat ditemui usai acara Talk Show Interaktif BPM FEB UGM x Swaragama bersama mahasiswa di Wisma Kagama, Senin (9/9/2024).
Ditanya terkait pernyataan Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang sempat mengingatkan Anies tentang beratnya mendirikan sebuah partai politik, Anies tak banyak menjawab.
"Ya kita lihat nanti," ucapnya.
Buka Peluang Bikin Parpol
Sebelumnya Anies Baswedan membuka peluang untuk menbangun organisasi masyarakat atau partai politik usai tak maju di Pilkada 2024. Hal itu seiring dengan semakin besarnya semangat perubahan yang ia rasakan.
Anies menyampaikan hal tersebut dalam pernyataannya di akun Youtubenya, dilihat Suara.com, Jumat (30/8/2024).
"Apakah lalu akan buat partai politik baru gini bila untuk mengumpulkan semua semngat oerubahan yang sekaring semakin hari makin terasa besar dan itu menjadi sebuah kekuatan diperlukan menjadi gerakan maka membangun ormas atau membangun partai baru mungkin itu jalan yang akan kami tempuh," kata Anies.
Ia berharap tak lama lagi langkah tersebut akan bisa dikonkritkan. Terlebih gerakan atau semangat perubahan terus dirasakan.
"Kita lihat sama sama kedepan semoga tidak terlalu lama lagi kita bisa mewujudkan langkah-langkah kongkrit untuk bisa mewadahi gerakan yang sekarang ini makin hari makin membesar menginginkan Indonesia yang lebih setara demokrasi yang lebih sehat politik yang lebih mengedepankan policy gagasan," ujarnya.
Adapun soal dirinya kemungkinan masuk parpol, Anies justru mempertanyakan. Lantaran dinilainya kekinian tak ada parpol yang tak tersandera oleh kekuasaan.
"Begini kalau masuk partai pertanyannya partai mana yang sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan?" katanya.
Berita Terkait
-
Pakar UGM: Kampanye Kotak Kosong Perlu Diatur pada Pemilu 2024
-
Kustini Pede Raih Kemenangan Usai Kantongi Dukungan Penuh dari NU Sleman
-
Dinyatakan Lolos Tes Kesehatan, Tiga Bakal Paslon di Pilkada Kota Yogyakarta Masih Diminta Perbaiki Berkas Pencalonan
-
Pemkot Jogja Revisi Perwal Terkait Alat Peraga Kampanye, Detailkan Aturan Pemasangan di Sumbu Filosofi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat