SuaraJogja.id - Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul meminta para petani untuk segera mempersiapkan lahan menyambut musim tanam mendatang. Himbauan tersebut mereka keluarkan merujuk dari prakiraan cuaca Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta hujan yang sempat melanda wilayah ini.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rahardja Yuwono menuturkan hujan memang sempat melanda Gunungkidul selama 3 hari berturut-turut beberapa waktu lalu. Namun bukan berarti petani boleh memulai masa tanam.
"Belum (masuk) masa tanam. Masih persiapan," ujar dia, Jumat (13/9/2024).
Yuwono menambahkan, berdasar prakiraan BMKG hujan sd 150 mm terjadi di Oktober, sehinggga diperkirakan musim hujan jatuhnya Oktober 2024. Oleh karenanya dia meminta agar sisa ubi kayu yang belum dipanen untuk segera dipanen.
Raharaja mengatakan saat ini luasan tanaman ubi masih normatif. Di mana pada bulan Agustus lalu sudah banyak yang dipanen. Dan mungkin sekarang masih ada yang tersisa sehingga diminta segera untuk dipanen.
"Segera dipanen agar tidak kena air hujan dan tanahnya segera diolah," pintanya.
Kemudian, dia berharap agar petani segera mengolah lahan sebagai persiapan musim tanam 2024/2025. Di samping itu, petani segera mulaii menebus pupuk bersubsidi sesuai kuota petani, agar tidak terjadi penumpukan penebusan sehingap ga akan menyulitkan pengangkutan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul, luas pertanian berupa sawah di wilayah ini mencapai 14.909,78 hektare. Terluas herada di Kapanewon Semin karena mencapai 3718 hektare dan terkecil berada di Kapanewon panggang yang hanya 14 hektare.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi