Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Rabu, 25 September 2024 | 12:59 WIB
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menerima penghargaan UHC Awards dari BPJS Kesehatan di Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (8/8/2024). ANTARA/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman.

SuaraJogja.id - Kustini Sri Purnomo kembali maju dalam kontestasi Pilkada Sleman. Berikut rekam jejak istri mantan Bupati Sleman terdahulu.

Berstatus sebagai petahana, Kustini Sri Purnomo kembali mencalonkan diri sebagai calon bupati dalam Pilkada Sleman 2024.

Berpisah jalan dengan wakilnya, Danang Maharsa, Kustini kini maju dengan kendaraan PAN menggandeng politisi PKB Sukamto.

Profil

Baca Juga: Mengenal Untoro Hariadi, Calon Bupati Bantul Berlatar Belakang Peneliti

Kustini Sri Purnomo merupakan kelahiran Jepara 12 Oktober 1960.

Istri dari Sri Purnomo tersebut menyelesaikan pendidikan dasar hingga tingkat atas di Jepara.

Ia kemudian melanjutkan studi di Institut Agama Islam Negeri yang kini berubah menjadi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Di IAIN Sunan Kalijaga, Kustini mulanya mengambil pendidikan sarjana muda, kemudian dilanjutkan menempuh S1 di kampus yang sama mengambil jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin.

Selepas menyelesaikan studinya, kiprah Kustini banyak dihabiskan sebagai pengusaha, terutama usaha mebel dari Jepara tempat asalnya.

Baca Juga: 1000 Relawan Siap Beraksi, Kustini-Sukamto Dapat Dukungan Tak Terduga di Pilkada Sleman

Rekam Jejak

Diketahui, Kustini merupakan bupati perempuan pertama di Sleman setelah memenangkan Pilkada 2020 saat berpasangan dengan Danang Maharsa.

Sebelum menjadi bupati, Kustini aktif di sejumlah organisasi dan lembaga, diantaranya Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Sleman, Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman serta Ketua Yayasan Kanker Indonesia Kabupaten Sleman.

Saat menjabat sebagai bupati Sleman, Kustini melunjurkan sejumlah inovasi diantaranya mengisiasi batik motif khas Kabupaten Sleman yang dikenal dengan nama batik parijoto salak.

Salak diketahui merupakan buah khas yang ada di Kabupaten Sleman.

Untuk memperkenalkan motif tersebut ke khalayak, Kustini pun mencetuskan gerakan beli batik Sleman pada 2020.

Guna lebih mempopulerkan batik tersebut, Kustini pun sempat mengusulkan agar batik parijoto dipakai sebagai seragam ketika berangkat Haji yang kemudian diterima hingga sekarang.

Selain itu, di masa pemerintahannya, Kustini juga menggalakkan program petani milenial, dimana mendorong anak-anak muda terjun menjadi petani.

Selain dapat hibah dan bantuan bibit serta pupuk, para petani milenial juga diberikan bantual skill dan pendampingan guna memperbesar hasilnya dari pertanian.

Hingga tahun 2024, Kustini menargetkan sebanyak 2000 petani milenial yang ada di Sleman.

Kekayaan

Mengutip dari LHKPN KPK, berdasarkan laporan harta dan kekayaan terkini pada 31 Desember 2023, Kustini Sri Purnomo memiliki total kekayaan Rp13.147.661.693.

Rinciannya yakni berupa tanah dan aset bangunan sebanyak 12 bidang senilai Rp8.322.700.000.

Kemudian alat transportasi dan mesin senilai Rp214,5 juta.

Harta bergerak lainnya senilai Rp1.074.500.000.

Lalu ada surat berharga Rp2.065.000.000, kas dan setara kas sebesar Rp1.470.961.593.

Load More