"Kita tahu jalan yang dari arah timur mau ke selatan satu-satunya ya Suprapto pada saat dilakukan penutupan pada pukul 18.00-21.00 WIB. Sehingga tumpuannya ada di Jalan Suprapto," sambungnya.
Jika dilihat dari kondisi jalan secara keseluruhan saat ini Jalan Letjen Suprapto sudah sangat memadahi untuk dilewati. Baik dilihat secara lebar jalan, kondisi jalan, hingga kelengkapan rambu dan marka jalan.
Namun kondisi jalan yang baik itu tak bisa lantas dimanfaatkan sesuka hati. Apalagi dengan cara mengemudi atau berkendara secara kebut-kebutan.
"Kami berharap, kalau jalannya lebar mulus kemudian tidak terlalu ramai, jangan kemudian dianggap bahwa itu bisa kemudian pengguna jalan dengan kecepatan tinggi, tetap harus mengikuti dan menaati aturan rambu marka yang sudah dipasang," tandasnya.
Antisipasi Kecelakaan
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu menuturkan bahwa, pemasangan rumble strip atau pita penggaduh ini berfungsi untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, latar belakang pemasangan pita penggaduh itu sebagai upaya peningkatan kelancaran lalu lintas. Memang, kata Agus, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kelancaran, misalnya dengan menambah kapasitas jalan atau berbagai hal lain.
Namun khusus untuk Jalan Letjen Suprapto penambahan kapasitas jalan rasanya sudah cukup maksimal. Terlebih dengan pemberlakuan satu arah.
Sehingga pita penggaduh itu yang menjadi upaya lain. Antisipasi kecelakaan menjadi hal yang sepaket dengan peningkatan kelancaran lalu lintas tersebut.
Baca Juga: Dipasang Demi Keselamatan, Rumble Strip di Jalan Letjen Suprapto Jogja justru Diprotes
"Tapi memang pasti yang namanya sebuah cara itu ada dampak salah satunya itu. Memang kondisi waktu malam atau waktu-waktu tertentu yang bukan peak hour itu memang banyak pengendara kendaraan bermotor itu yang juga mungkin mengendarai kecepatan dengan kecepatan tinggi," ungkap Agus.
Berita Terkait
-
Bus Suporter Persebaya Alami Kecelakaan di Tol Pekalongan, Perjalanan ke Jakarta
-
Kecelakaan Maut Bus Rombongan Bonek, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Cari Vila dengan Private Pool di Yogyakarta? Ini 7 Rekomendasi Terbaik
-
Update Kondisi Rombongan Bonek Kecelakaan Maut di Tol Pekalongan, Mau Nonton Persija vs Persebaya
-
Bus Rombongan Bonek Kecelakaan di Tol Pekalongan, Ada yang Tewas
Terpopuler
- Sekantong Uang dari Indonesia, Pemain Keturunan: Hati Saya Bilang Iya, tapi...
- Agama Titiek Puspa: Dulu, Sekarang, dan Perjalanan Spiritualnya
- Lisa Mariana Ngemis Tes DNA, Denise Chariesta Sebut Tak Ada Otak dan Harga Diri
- 6 Perangkat Xiaomi Siap Cicipi HyperOS 2.2, Bawa Fitur Kamera Baru dan AI Cerdas
- Kang Dedi Mulyadi Liburkan PKL di Bandung Sebulan dengan Bayaran Berlipat
Pilihan
-
Kiper Belanda Soroti Ragnar Oratmangoen Cs Pilih Timnas Indonesia: Lucu Sekali Mereka
-
Di Balik Gol Spektakuler Rayhan Hannan, Ada Rahasia Mengejutkan
-
Timnas Indonesia U-17 Siaga! Media Asing: Ada yang Janggal dari Pemain Korut
-
Profil CV Sentosa Seal Surabaya, Pabrik Diduga Tahan Ijazah Karyawan Hingga Resign
-
BMKG Bantah Ada Anomali Seismik di Bogor Menyusul Gempa Merusak 10 April Kemarin
Terkini
-
Dipanggil Sultan, Wali Kota Hasto Wardoyo Didesak Segera Atasi Ruwetnya Masalah Kota Jogja
-
Wabah Antraks Kembali Hantui Yogyakarta, Pemda DIY Bergerak Cepat, Vaksinasi Jadi Kunci
-
Pemkot Yogyakarta Gelar Pemeriksaan Kesehatan Lansia Gratis Tiap Bulan, Catat Tanggal dan Lokasinya!
-
Psikolog UGM Soroti Peran Literasi Digital dan Kontrol Diri
-
Pascaefisiensi Anggaran, Puteri Keraton Yogyakarta Pertahankan Kegiatan Budaya yang Terancam Hilang