"Sekilas sih bersih emang tapi ya tetap ada saja sampah yang kelihatan berserakan. Puntung rokok banyak sih," katanya ketika ditemui saat berolahraga di kawasan Alkid.
Dia sadar memang akan sulit untuk sepenuhnya bersih atau tidak ada sampah sama sekali. Namun setidaknya, pengurangan produksi sampah terkhusus plastik dan atau membuang pada tempatnya harusnya bisa dilakukan.
"Kalau mau bersih yang bersih banget tanpa sampah memang enggak mungkin ya, tapi setidaknya bisa deh harusnya kalau mau ngurangin plastik atau paling tidak buang pada tempatnya lah, tempat sampah juga udah ada kok," sambungnya.
Gerakan Selasa Wage
Soal sampah yang berserak di Alkid, para pedagang yang berjualan di kawasan itu mengaku sudah berupaya melakukan bersih-bersih. Selain iuran rutin untuk pengangkutan sampah oleh pihak swasta, secara berkala para pedagang melakukan kegiatan resik-resik.
Seorang pedagang minuman, Nur mengatakan kegiatan bersih-bersih oleh pedagang dilakukan rutin setiap Selasa Wage. Pada hari tersebut, para pedagang memang tak beraktivitas.
Para pedagang kemudian secara gotong royong menyempatkan untuk bersih-bersih di kawasan tempat mereka mencari nafkah. Perempuan paruh baya itu mengaku kegiatan itu memang rutin diadakan untuk menjaga kebersihan Alkid.
"Kalau pedagang itu rutin setiap Selasa Wage bersih-bersih Alkid," ungkap Nur.
Perempuan yang sudah sejak delapan tahun lalu berjualan di Alkid itu pun termasuk yang aktif untuk persoalan kebersihan. Nur tak segan memberi tahu pengunjung yang meninggalkan sampah untuk membawa dan membuangnya di tempat yang telah disediakan.
"Pengunjung saya kasih tahu, misalkan dia habis beli terus pergi tapi sampahnya ditinggal. Saya samperin terus meminta untuk buang sampah pada tempatnya," ujarnya.
"Walaupun saya itu buang mau tapi tetap diarahkan ke orangnya dulu. Kalau orangnya masih ada ya dikasih tahu," imbuhnya.
Apalagi memang setiap malam Nur membuka lapak di sudut selatan lapangan Alkid. Sebelum berjualan, ia sudah membersihkan area lapaknya.
"Kalau sore ya sebelum berdagang ya disapu dulu, lingkungan sendiri dan sekitarnya aja, enggak semua sih. Biar bersih. Kalau disapu bersih, kalau bersih kan yang jualan nyaman, yang beli nyaman," tuturnya.
Puntung Rokok hingga Tusuk Sate Bertebaran
Tidak hanya pedagang yang secara rutin melakukan pembersihan di area Alkid. Beberapa komunitas pecinta lingkungan pun, tergerak hatinya untuk ikut menjaga kebersihan di area Alkid.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial