SuaraJogja.id - Satlantas Polresta Sleman mencatat ribuan pelanggaran dalam empat hari pelaksanaan Operasi Zebra Progo 2024. Penindakan berupa teguran hingga tilang dilakukan kepada para pelanggar.
Kanit Gakkum, Satlantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto menuturkan hingga hari keempat ditotal sudah ada 2.292 pengendara yang tercatat melanggar lalu lintas. Operasi Zebra Progo sendiri masih akan berlangsung hingga 27 Oktober 2024 mendatang.
"Rekap Hasil Operasi Zebra Progo 2024 Polresta Sleman sampai hari ke-empat, tilang 949 dan teguran 2.043," kata Mulyanto, Jumat (18/10/2024).
Sementara itu, 22 kejadian kecelakaan lalu lintas terjadi selama operasi berlangsung. Dari peristiwa tersebut, satu orang mengalami luka berat dan tiga korban luka ringan.
"Kecelakaan 22 Kejadian luka berat satu, luka ringan tiga orang dengan kerugian material Rp13 juta," ucapnya.
Ditambahkan Kasatlantas Polresta Sleman, AKP Fikri Kurniawan, operasi Zebra Progo 2024 dilaksanakan pada tanggal 14-27 Oktober 2024. Diharapkan selama pelaksanaan operasi ini dapat turut meningkatkan kesadaran masyarakat untuk makin tertib berlalu lintas.
Kepolisian pun akan turut aktif untuk memberi imbauan kepada masyarakat pengguna jalan. Agar tertib dalam berkendara dan mengutamakan keselamatan, saling menghargai, saling menghormati dan demi terciptanya kamseltibcar lantas.
"Masyarakat untuk dapat melengkapi kelengkapan berkendara, seperti surat-surat kendaraan serta menggunakan knalpot maupun TNKB yang sesuai spesifikasi teknis," ucap Fikri.
Selain itu, kata Fikri, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melarang anaknya yang masih di bawah umur tidak berkendara. Termasuk menggunakan hp saat berkendara dan berboncengan lebih dari satu.
Baca Juga: KPAD Sleman Tangani Puluhan Kasus Sepanjang 2023, Tekan Kekerasan Jadi Fokus Utama
"Menghimbau kepada masyarakat untuk melarang anaknya agar tdk berkendara dibawah umur, tidak berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan hp saat berkendara serta tidak melawan arus," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?
-
Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik
-
Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek
-
Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan