SuaraJogja.id - Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam meresmikan Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diharapkan menumbuhkan ekonomi dan pariwisata di wilayah itu.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam di Gunungkidul, Selasa, mengatakan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Gesing diproyeksikan menjadi pelabuhan perikanan berbasis pariwisata.
“Saya optimis produksi perikanan akan berkembang seiring dengan pertumbuhan pariwisata pantai terintegrasi di Gunungkidul. Pelabuhan ini juga diharapkan mampu berperan dalam pelestarian ekosistem pesisir melalui penerapan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu,” kata Paku Alam dalam peresmian Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing.
Paku Alam juga menekankan pentingnya kolaborasi multihelix, yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan potensi sumber daya ekosistem pesisir.
“Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing diharapkan tidak hanya membawa dampak positif bagi sektor perikanan, tetapi juga memicu pertumbuhan sektor pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Bayu Mukti Sasongko menyampaikan bahwa pemilihan lokasi PPP Gesing didasarkan pada beberapa keunggulan alamiah, seperti dua bukit yang berfungsi sebagai penahan gelombang alami serta kondisi teluk yang menghadap tenggara, yang membuat gelombang tidak langsung menerjang pantai.
“Sedimen dasar di perairan Gesing juga tergolong kecil, sehingga potensi penutupan alur pelayaran rendah dan berdampak pada biaya pemeliharaan yang minimal,” ungkap Bayu Mukti.
Bayu Mukti menambahkan PPP Gesing, yang dibangun dengan dana keistimewaan sebesar Rp152,5 miliar, mampu menampung 50 kapal perahu motor tempel dan 40 kapal sekoci, serta diproyeksikan menghasilkan produksi perikanan tangkap sebesar 5.920 ton per tahun, senilai sekitar Rp88 miliar.
Selain itu, dua unit kapal sekoci telah dihibahkan kepada kelompok nelayan setempat sebagai bagian dari pengembangan pelabuhan.
Baca Juga: KPU Gunungkidul Mulai Sortir Surat Suara, 105 Orang Dikerahkan
“Sebagai tindak lanjut audiensi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Gubernur DIY, pabrik es portabel berkapasitas 2 ton per hari akan mulai dibangun pada akhir tahun 2024, yang nantinya akan dihibahkan kepada Koperasi Panjolo Karto Mukti Gesing. Selain itu, cold storage juga telah dialokasikan untuk dibangun pada 2025, guna mendukung penyimpanan hasil tangkapan nelayan,” paparnya.
Plt Bupati Gunungkidul Heri Susanto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah DIY atas terealisasinya pembangunan pelabuhan ini.
“Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan serta membuka lapangan kerja baru di bidang jasa kelautan dan industri perikanan. Kami optimis, pelabuhan ini akan mendukung konsep pengembangan pantai selatan sebagai halaman depan,” katanya.
Berita Terkait
-
Denda Ringan, Alasan Penjual Miras di Gunungkidul Kebal Hukum?
-
Kunjungi Penemuan Gua Viral di Proyek JJLS Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Keraton Minta Dipertahankan
-
Temuan Gua di Gunungkidul, Tim Ahli UGM Segera Lakukan Pemetaan Menyeluruh di Jalur JJLS
-
Gunungkidul Diguyur Hujan Sepanjang Malam, Sebuah Pohon Roboh Timpa Bus Pariwisata di Jalan Kukup-Krakal
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?