SuaraJogja.id - Bringharjo Great Sale (BGS) sebagai salah satu signature event Pasar Beringharjo yang kali pertama diselengggarakan pada tahun 2023.
BGS bertujuan meningkatkan daya tarik pasar rakyat di era modern yang dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi khususnya transaksi non tunai, serta untuk mendukung para pedagang lokal dalam menghadapi persaingan dengan pusat perbelanjaan modern dan e-commerce.
Bringharjo Great Sale (BGS) merupakan event belanja berhadiah di Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta, yang diselenggarakan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta melalui UPT Pusat Bisnis diselenggarakan selama 3 bulan, mulai tanggal 25 Oktober 2024 sampai 25 Januari 2025. Kick Off BGS akan dilakukan pada hari Jum’at 25 Oktober 2024 oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta dan BRI.
BGS menjadi event sale di mana kios, konter dan los yang menjadi tenant peserta BGS di Pasar Beringharjo akan memberikan harga spesial bagi pengunjung. Berbagai produk fashion, aksesoris, oleh-oleh, makanan dan minuman akan diberikan harga khusus yang menarik.
Pengunjung yang berbelanja dengan minimal pembelian 50 ribu rupiah (berlaku kelipatan) dan menggunakan transaksi melalui QRIS BRI akan mendapat kupon undian grand prize dan berpeluang meraih hadiah utama satu unit sepeda motor, yang akan diundi di akhir periode program. Total hadiah yang disediakan dalam program ini sebesar 45 juta rupiah.
BGS yang berkolaborasi dengan BRI juga bertujuan untuk menjaga sustainabilitas program digitalisasi pasar rakyat melalui implementasi QRIS sebagai sarana pembayaran non tunai. Peran pedagang Pasar Beringharjo dalam mendukung penggunaan QRIS akan diberikan apresiasi dari BRI berupa hadiah bagi kios dan konter yang meraih frekuensi dan volume transaksi terbanyak selama periode event BGS.
Pada tahun 2024 selain tebar diskon dan belanja berhadiah, BGS juga akan mengadakan berbagai aktivitas menarik bagi pengunjung Pasar Beringharjo diataranya DJ performance, berbagai workshop dan penampilan beberapa band lokal Kota Yogyakarta di berbagai titik Pasar Beringharjo. Hal ini menjadi nilai tambah pelaksanaan BGS tahun ini dan menguatkan eksistensi pasar rakyat tidak hanya sebagai pusat transaksi jual beli, tapi dapat menjadi venue aktivitas edukasi dan seni yang menjadi daya tarik pariwisata Yogyakarta.
Pelaksanaan BGS di tahun 2024 merupakan wujud komitmen kolaborasi antara Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta dengan BRI untuk menggelar event serupa setiap tahunnya. Event ini dapat menjadi embrio bagi pelaksanaan event-event sejenis di pasar rakyat, dimana keterlibatan semua stakeholder baik pemerintah, pelaku usaha, komunitas/masyarakat, media dan akademisi menjadi motor penggerak fundamental perekonomian di pasar rakyat.
Baca Juga: Disinyalir Ada Permainan Importir, Harga Bawang Putih di Jogja Masih Tinggi
Berita Terkait
-
8 Tempat Wisata yang Jadi Saksi Bisu Sejarah Berdirinya Kota Yogyakarta
-
Disinyalir Ada Permainan Importir, Harga Bawang Putih di Jogja Masih Tinggi
-
Harga Bawang Merah Melonjak Tinggi Dampak Banjir Demak, Pedagang Pasar di Jogja Ketar-ketir
-
Harga Bahan Pokok Meroket, Pemda DIY Klaim Stok jelang Lebaran Aman
-
Tak Hanya Beras, Harga Bahan Pokok Lain di Jogja ikut Melambung
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana