Terutama di wilayah yang sudah menghadapi kemiskinan dan konflik. Namun demikian, respons global terhadap keadaan darurat kemanusiaan ini masih belum memadai, padahal kebutuhan akan tindakan mendesak semakin besar.
"Krisis iklim, yang seharusnya menyatukan kita dalam tujuan bersama, justru menjadi medan pertempuran politik. Perbedaan pandangan mengenai kebijakan iklim, kepentingan nasional, dan model ekonomi telah memperlambat kemajuan," tandasnya.
"Polarisasi politik merusak kepercayaan pada ilmu pengetahuan, mengganggu kerja sama, dan melemahkan solidaritas global saat kita sangat membutuhkannya," imbuhnya.
Jika dibiarkan terus menerus polarisasi ini juga berdampak pada sumber daya yang tersedia. Pendanaan global untuk respons kemanusiaan berada di bawah tekanan besar.
Baca Juga: Alissa Wahid Desak Aturan Miras Dipertegas Usai Penusukan Santri di Jogja
Disampaikan Bueno, organisasi masyarakat sipil, termasuk aktor-aktor berbasis agama, harus mengisi kekosongan ini, sering kali dengan sumber daya yang terbatas. Hal itu yang coba dilakukan oleh ACT Alliance.
Masyarakat sipil tidak bisa melakukannya sendirian. Menghadapi semakin banyak krisis, ada kebutuhan mendesak akan pembaruan kerja sama global.
"Pemerintah dan lembaga internasional harus mengutamakan aksi iklim dan pendanaan kemanusiaan, dengan menyadari bahwa kegagalan untuk melakukannya akan mengakibatkan penderitaan dan ketidakstabilan yang lebih besar," tegasnya.
Berita Terkait
-
Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Mudik Lebaran Gunakan Kereta pada Minggu H+6
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Stasiun Jogja Diserbu Pemudik: Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Besok!
-
Peringatan Dini Tsunami di Underpass Bandara YIA, BNPB: Supaya Masyarakat Waspada, Bukan Menakuti
-
Rupiah Nyaris Tembus Krisis 1998, Tapi Pemerintah Masih Santai?
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah