SuaraJogja.id - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan uji cepat residu pestisida Anggur Muscat Thailand dan Malaysia di sejumlah titik di wilayah itu untuk melindungi konsumen.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Suparmono di Sleman, Kamis, mengatakan berdasarkan uji cepat (rapid test), Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman sudah melakukan uji pada anggur Shine Muscat.
"Dari semua uji rapid yang sudah dilakukan terhadap sampel, dapat disampaikan bahwa anggur yang sudah diuji aman untuk konsumsi karena tidak terdeteksi cemaran residu pestisida yang melampaui batas aman," kata Suparmono.
Menurut Suparmono, uji cepat dilakukan untuk menghentikan keresahan masyarakat akibat maraknya pemberitaan temuan residu pestisida di atas batas aman pada produk Anggur Shine Muscat di Thailand dan Malaysia.
“Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan pangan dan memberikan perlindungan bagi konsumen di Kabupaten Sleman,” kata Suparmono.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan beserta jajaran sebagai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Kabupaten Sleman melakukan investigasi terhadap Anggur Shine Muscat yang beredar dengan melakukan pengambilan sampel anggur shine muscat di tiga lokasi, masing masing diambil dua sampel dengan merk berbeda.
“Uji residu pestisida dilakukan menggunakan Rapid Test Pestisida yang mendeteksi residu organophosphorus dan carbamate pesticide,” katanya.
Suparmono mengungkapkan dari pengujian residu pestisida, enam sampel tersebut dinyatakan negatif dengan melihat hasil pada Pesticide Detection Cards yang berubah menjadi warna biru pekat yang mengindikasikan hasil test negatif residu.
"Kandungan residu dalam jumlah aman, sehingga aman dikonsumsi,” kata dia.
Mengingat bahaya konsumsi zat kimia pestisida di atas ambang, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman mengimbau masyarakat untuk menerapkan "good practices" sebelum mengonsumsi buah anggur. Caranya antara lain dengan memilih anggur yang memiliki izin edar dan mencuci dengan air mengalir yang bersih sebelum dikonsumsi.
“Zat kimia pestisida di atas batas aman dapat menyebabkan pusing, kanker, kerusakan hati dan penyakit lainnya,” katanya.
Suparmono juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi buah lokal. Menurutnya, buah lokal memiliki keunggulan antara lain dalam hal kesegaran dan kualitas karena masyarakat mengonsumsi buah sesuai musimnya.
Suparmono berharap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi buah lokal, maka secara otomatis akan turut serta mendorong kesejahteraan petani buah lokal dan memajukan sektor pertanian di Kabupaten Sleman.
"Buah-buahan lokal lebih segar, aman dan memiliki cita rasa yang khas," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?