SuaraJogja.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, menanggapi soal kabar kenaikan gaji para guru sebesar Rp2 juta. Dia menyebut bahwa dia tak penah mengeluarkan pernyataan yang semata-mata tentang kenaikan gaji guru tersebut.
"Jadi kalau ada berita di media pemerintah akan menaikkan gaji Rp2 juta itu wartawan yang menaikkan, kita tidak pernah bilang begitu," kata Abdul Mu'ti disambut riuh tawa para guru di Kulon Progo saat di SMAN 2 Wates, Rabu (13/11/2024).
Dia melanjutkan adalah kesejahteraan guru yang akan ditingkatkan pada waktu mendatang.
"Jadi nanti kalau tidak Rp2 juta (naiknya) tagihnya ke wartawan itu. Kami tidak pernah bilang begitu, kami bilang meningkatkan kesejahteraan," ucapnya.
Baca Juga: Guru SLB Gunungkidul Diduga Pukul Siswa Disabilitas, Diberhentikan Sementara Usai Mediasi
Soal peningkatan kesejahteraan itu, kata Mu'ti, bisa dilakukan dengan melakukan pemberian sertifikasi kepada guru-guru tersebut. Tidak hanya bagi yang belum mendapat sertifikasi tetapi juga ada skema tersendiri kepada guru yang sudah memiliki sertifikasi.
"Meningkatkannnya dengan cara yang belum sertifikasi dapat sertifikasi, yang sudah sertifikasi juga ada kabarnya tapi jumlahnya berapa nanti dulu, insya allah ada," tuturnya.
"Jadi guru-guru yang belum sertifikasi nanti akan ada program PPG dan sebagainya. Dengan dapat sertifikasi nanti kesejahteraannya meningkat," imbuhnya.
Hal itu berkaitan pula dengan upaya untuk meningkatkan kualitas guru, pendidik maupun tenaga kependidikan. Sehingga layanan pendidikan yang berkualitas itu dapat terus diberikan kepada anak-anak.
Peningkatan mutu sebagai upaya memperkuat layanan-layanan pendidikan tetap berlangsung baik juga tak lupa dilakukan. Termasuk untuk dalam rangka pemenuhan kualifikasi guru.
"Jadi guru-guru kita ini kan banyak yang belum D4 atau S1 masih banyak guru yang SMA. Jadi banyak guru kita yang belum memenuhi ketentuan undang-undang guru dan dosen di mana di situ disebutkan sekurang-kurangnya guru itu berpendidikan D4 atau S1. Jumlahnya yang belum D4 dan S1 ada 300 ribu," tandasnya.
Selain itu, Mu'ti menambahkan pihaknya juga akan memberikan perhatian bagi sarana dan prasaran di sekolah-sekolah. Dia menilai sarana dan prasarana yang memadai bisa menjadi langkah awal sekaligus cerminan satuan pendidikan yang berkualitas.
"Kita ingin sarpras diperbaiki karena itu adalah yang paling bisa dan paling memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk melihat suatu satuan pendidikan itu berkualitas tentu satpras dulu. Bagaimana bisa bilang sekolah itu maju kalau gentengnya itu bocor," tuturnya.
Berita Terkait
-
Harga Emas 'Menggila', Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Jadi Musuh Utama di Film Avengers, Gaji Robert Downey Tembus Rp825 Miliar
-
Manfaat Makanan Pedas buat Kesehatan, Prabowo Saran Kurangi Makan Saat Harga Cabai Naik
-
TPG Lebaran Tertunda? Ini Langkah Cepat Agar Tunjangan Cair April 2025!
-
Bill Gates Prediksi Profesi Dokter dan Guru Bakal Hilang 10 Tahun Lagi
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan