Karakter Godzila sangat cocok dengan Timnas Jepang yang kini berada di posisi 15 peringkat FIFA. Sementara Indonesia hanya berada di peringkat 130 dunia. Gundala bisa menggambarkan sosok superhero biasa yang bakal melawan raja monster sepakbola di Asia, Jepang.
Aru mengaku, untuk membuat ilustrasi dan menggambar karakter 'Godzila vs Gundala' ini selama 9-10 hari. Di mana 2 hari untuk proses sketsa dan kemudian 7-8 hari untuk detailing. Sultan Desain memang membutuhkan waktu 9-10 hari untuk membuat ilustrasi digitalnya, hanya saja untuk pengaplikasikan koreo di lapangan yang besar itu dilakukan oleh pihak La Grande.
"Sebelum diterima ya ada beberapa perbaikan. Sempat melalui dua kali revisi. dari segi konsep Gundala itu walaupaun kecil masih bisa terlihat Highlight gitu,"jelas dia.
Aru mengaku sangat bangga karyanya bisa dipakai untuk pertandingan yang sangat besar tersebut. Bahkan apa yang ada saat ini, jauh melebih ekspektasinya selama ini karena telah membuat karya besar yang betul-betul menjadi sorotan di beberapa negara bahkan organisasi olahraga terbesar di dunia. Selain itu, FIFA pun ikut mengapresiasi karya mereka.
Dan dampaknya langsung dia rasakan sendiri karena usai laga Timnas tersebut, banyak pihak yang menghubunginya baik hanya sekedar untuk wawancara ataupun menanyakan harga ketika menggunakan jasanya. Bahkan tak sedikit yang ingin berkolaborasi membuat karya dengan dirinya.
Baca Juga: Buntut Sidak Menteri LHK, Sultan Panggil Pj Wali Kota Jogja, 3 Cawalkot Adu Strategi Tangani Sampah
"Itu banyak sehingga DM [direct massage]-nya di sini setelah euforia, DM kita juga pecah. kita jadi takut membuka DM," kata dia.
Dia mengaku terharu dengan sambutan luar biasa terhadap karyanya tersebut. Bahkan dia bertekad, meskipun awalnya ada kesepakatan profesional antara La Grande Indonesia dengan Sultan Desain yaitu dengan membayar sejumlah nominal ke Sultan Desain, namun ke depan dia bertekad akan menggratiskannya.
Aru menjelaskan, untuk La Grande ataupun Ultras Indonesia yang ingin menggunakan jasanya untuk koreo, ilustrasi ataupun desain merchandise maka akan dia bebaskan biayanya alias gratis. Hal tersebut sebagai bentuk sumbangsihnya untuk negeri ini sama seperti para pejuang kemerdekaan.
"Saya terharu dengan teman-teman yang mengaplikasikannya di lapangan, di mana mereka menarik tali dengan bersama-sama. Bahkan yang mural itu ada yang tidur di lapangan. Saya terharu, jadi ke depan insyallah akan saya gratiskan. Meskipun sebelumnya La Grande Indonesia membayar dengan nominal untuk karya saya. Ini sumbangsih saya mengisi kemerdekaan tanah air," tegasnya.
Kontributor : Julianto
Baca Juga: Kerap Jadi Lokasi Syuting Film, DIY Bisa Raup Pendapatan hingga Rp30 Miliar
Berita Terkait
-
Hina Indonesia Negara Miskin, Anco Jansen Kini Semprot Mees Hilgers Cs
-
Wajah Mirip Ivar Jenner, Pemain Keturunan Surabaya Berpaspor Jerman Tersedia Lawan Jepang dan China
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
-
Pesan Erick Thohir ke Timnas Indonesia U-17: Bawa Garuda ke Panggung Dunia
-
Piala Asia U-17: Media Vietnam Kritik Postur Tubuh Skuad Timnas Indonesia
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi