SuaraJogja.id - Upaya pengembangan transportasi berkelanjutan nampaknya mulai dilakukan Pemda DIY. Diantaranya melalui pengadaan bus listrik dan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik yang mulai diujicoba, Jumat (22/11/2024).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DIY, Wiyos Santoso di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat Siang mengungkapkan, pengadaan bus listrik ini adalah sebagai salah satu upaya mendukung perwujudan kawasan low emission zone khususnya pada kawasan sumbu filosofi.
"Hal ini sebagai tindak lanjut dari penetapan kawasan sumbu filosofi sebagai world heritage," ujarnya.
Menurut Wiyos, kebijakan pengambangan bus listrik juga mendukung program elektrifikasi kendaraan angkutan umum yang sudah menjadi program pemerintah pusat. Selain itu membantu mengurangi polusi udara dan suara yang ditimbulkan oleh kendaraan khususnya kendaraan angkutan umum.
Karenanya Pemda DIY menyiapkan kendaraan angkutan umum yang ramah lingkungan sebagai persiapan kedepan saat diterapkannya ruas jalan Malioboro sebagai ruas jalan yang bebas kendaraan berbahan bakar fosil.
"Hal ini diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan yang bermuara pada peningkatan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Wiyos menjelaskan, pengadaan dua unit bus listrik dan pembangunan Stasiun Pengisian daya Kendaraan Listrik (SPKL) pada tahun 2024 ini bersumber dari anggaran Dana Keistimewaan Tahun 2024. Pengadaan dua unit bus listrik melalui pemilihan penyedia dengan E-Katalog, dan telah selesai dilaksanakan pada 19 November 2024 melalui penyedia PT Mobil Anak Bangsa.
Berbeda dari Trans Jogja yang didominasi dan identik dengan warna oranye dan hijau, bus listrik yang diujicoba dominan warna ungu dengan kombinasi hijau di bagian belakang. Di bus baru juga terdapat tulisan 100 persen.
"Dua bus listrik untuk operasional Trans Jogja dibeli di tahun ini dengan anggaran sebesar Rp7,425 miliar," jelasnya.
Sedangkan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) menggunakan metode lelang dalam pemilihan penyedia jasa dan telah selesai dilaksakan pada tanggal 20 November 2024 dengan penyedia jasa PT QUINAD. Kedepan akan dilakukan uji coba operasional di jalan raya selama satu bulan.
Setelah dilakukan uji coba operasional selama satu bulan, kedepan akan dilaksanakan evaluasi. Hal itu sebagai dasar kedepan dalam menentukan rute dan waktu operasional menyesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan baterai.
"Rencana selanjutnya unit bus listrik akan di serahkan kepada PT AMI melalui mekanisme penyertaan modal, dalam rangka melengkapi layanan operasi angkutan umum perkotaan Trans Jogja," jelasnya.
Sementara Sekda DIY, Beny Suharsono mengungkapkan, pengadaan dan pengoperasian bus listrik ini merupakan wujud nyata komitmen Pemda DIY dalam membangun ekosistem transportasi yang selaras dengan nilai keberlanjutan lingkungan. Bus listrik yang hari ini kita uji coba bukan hanya sekedar alat transportasi, tetapi juga simbol harapan kita untuk masa depan yang lebih hijau.
"Dengan mengurangi emisi karbon dan kebisingan, angkutan berbasis listrik ini mendukung kenyamanan wisatawan yang menikmati keindahan kawasan Sumbu Filosofi, sekaligus menciptakan ruang kota yang lebih sehat bagi masyarakat," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Bus Sekolah Gratis, Upaya Pemkab Sleman Urai Kemacetan dan Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
-
Ngamen Online di Titik Nol Tidak Perbolehkan, Ini Sederet Kegiatan yang Dilarang di Kawasan Sumbu Filosofi
-
Viral, Pengendara Motor Ini Kehilangan Spakbor Usai Lindas Polisi Tidur di Jalan Letjen Suprapto Jogja
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Rayakan Hari Kartini, BRI Gelar Srikandi Pertiwi dan Womenpreneur Bazaar
-
Investasi Bodong di Jogja Terbongkar: 8 WNA Mengaku Miliarder, Padahal Cuma Kelola Warung Kecil
-
BRI Miliki 36 Ribu Pekerja Perempuan, Setara 43% dari Total 86 Ribu Pekerja
-
Sesuai RUPST 2026, BRI Komitmen Ciptakan Pertumbuhan Kinerja Finansial secara Berkelanjutan
-
Dorong Peran Perempuan, BRI Raih 3 Penghargaan di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026