SuaraJogja.id - Kemeterian Kebudayaan masih berupaya untuk melestarikan warisan budaya Indonesia. Setelah ada 13 Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah diakui dunia, jumlah itu tak lama lagi akan bertambah.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menuturkan Indonesia telah mengajukan tiga karya budaya baru. Tiga karya itu dimasukkan dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.
Ketiga karya budaya tersebut antara lain Reog Ponorogo, sebuah seni pertunjukan yang terkenal di Jawa Timur, lalu ada Kebaya yang diajukan bersama dengan negara-negara Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand sebagai simbol keberagaman budaya di Asia Tenggara, serta Kolintang, yang diajukan dengan skema ekstensi bersama negara-negara Mali, Burkina Faso, dan Pantai Gading, sebagai pengembangan dari warisan budaya Balafon yang sebelumnya telah diinskripsikan oleh negara-negara tersebut.
"Dan segera dalam satu dua minggu ke depan, kita juga akan mendapatkan pengakuan untuk Kolintang, untuk Kebaya, dan juga untuk Reog Ponorogo," kata Fadli dikutip Minggu 24 November 2024.
Lebih lanjut, Fadli berharap seluruh pihak tak lantas bersenang diri dengan itu. Menurutnya justru pengakuan itu perlu ditanggapi dengan serius.
"Jadi kita berharap semakin banyak pengakuan ini, tapi ini juga harusnya konsekuensi, kita harus memelihara, melestarikan, mengembangkan budaya itu supaya tidak punah, supaya tidak hilang begitu," tuturnya.
Apalagi, jumlah itu masih sebagian kecil saja dari kekayaan budaya Indonesia. Fadli mencatat setidaknya ada 2.213 budaya yang tercatat secara nasional.
Dia berharap dengan kehadiran Kementerian Kebudayaan, masyarakat akan dapat lebih memberikan apresiasi terhadap budaya sendiri. Sehingga Indonesia menjadi bangsa yang beradab dengan menghargai budayanya sendiri.
"Kita berharap masyarakat semakin mengapresiasi budaya kita ini sebagai perwujudan dari nilai-nilai internalisasi nilai-nilai dari budaya kita masing-masing di tengah arus globalisasi sekarang. Dan justru budaya kita ini harus kita perkenalkan dan harus kita bawa ke tengah-tengah peradaban dunia begitu, sebagaimana harapan dari konstitusi kita," tegasnya.
Baca Juga: Tujuh Penemu Objek Diduga Cagar Budaya di Jateng-DIY Dapat Kompensasi
Tidak ingin ketinggalan zaman di era perkembangan teknologi informasi, Fadli bilang pihaknya akan terus mencoba melakukan pendataaan. Termasuk melakukan digitalisasi terhadap semua warisan budaya tak benda, yang ada di museum-museum, cagar-cagar budaya dan semuanya.
"Supaya bisa terintegrasi dan sekarang sebagian sudah terlaksana, tapi kita ingin integrasikan gitu sehingga mudah diakses oleh publik, terutama oleh generasi muda, dengan user friendly," tandasnya.
Diketahui ada 13 Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah diinskripsi UNESCO. Kesenian itu di antaranya wayang (2008), keris (2008), batik (2009), pendidikan dan pelatihan batik (2009), angklung (2010), tari Saman (2011), tas Noken (2012), 3 genre tari Bali (2015), kapal Pinisi (2017), tradisi Pencak Silat (2019), Pantun (2020), Gamelan (2021), dan Budaya Sehat Jamu (2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
HONOR Tour Hadir di Yogyakarta, Sasar Kebutuhan Teknologi Pelajar dan Mahasiswa
-
Diserbu Hampir 1 Juta Pasien RI, Malaysia Kantongi RM2.2 Miliar dari Wisata Kesehatan
-
Menguliti Paradoks Ekonomi Jogja: Kemiskinan Menurun, Ketimpangan Masih Membesar
-
BRI Group Raih Penghargaan Atas Kepemimpinan, ESG, Hingga Inklusi Keuangan