SuaraJogja.id - Polres Gunungkidul telah memeriksa anggota DPRD Gunungkidul berinisial HN yang diduga terlibat dalam viralnya video asusila. Rekaman berupa Video Call Sex (VCS) berdurasi 1 menit 2 detik tersebut beredar luas beberapa hari sebelum pelaksanaan Pilkada 2024 kemarin.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Ahmad Mirza ketika dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap HN berkaitan dengan video asusila tersebut. Pihaknya telah memeriksa yang bersangkuan pada hari Jumat (29/11/2024).
"Jumat kemarin, diminta klarifikasi," tutur Ahmad Mirza, Senin (2/12/2024).
Kendati demikian, Mirza enggan mengungkapkan hasil pemeriksaan apakah benar HN berperan dalam video tersebut atauk orang lain. Kasat Reskrim hanya mengatakan jika hasil dari klarifikasi tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk melakukan pengembangan penyelidikan.
"Untuk hasilnya kami gunakan acuan untuk lakukan pengembangan penyelidikan," tambah dia.
Sementara itu, HN mengakui jika dirinya sudah menjalani pemeriksaan oleh Polres Gunungkidul. Terkait apa saja yang ditanyakan, HN mengatakan banyak hal terutama berkaitan dengan video yang beredar itu. Namun dia tak berkenan merinci satu persatu hal apa yang ditanyakan.
HN menegaskan sebagai warga negara yang taat hukum, semua sudah dia serahkan ke Aparat Penegak Hukum (APH). Dia menegaskan menaati mekanisme hukum yang berlaku dan akan selalu siap jika harus menjalani pemeriksaan kembali.
"Banyak, dan sebagai warga negara yang taat hukum, semua sudah saya serahkan ke APH. Kita taat mekanisme hukum yang berlaku," tutur HN.
HN menandaskan, semua sudah dia paparkan ke APH termasuk bukti-bukti. Oleh karena itu, dia menghormati hukum dan dia juga menghormati APH.
Diberitakan sebelumnya, Kapolres Gunungkidul, AKBP Ary Murtini menegaskan polisi bakal menyelidiki kasus video asusila yang dilakukan seorang laki-laki mirip anggota DPRD Gunungkidul berinisial HN dengan perempuan yang belum diketahui identitasnya. Polisi bakal mendalami kasus penyebaran video asusila ini agar ada titik terang dan tidak lagi menimbulkan keresahan di masyarakat.
Dia menuturkan pihaknya pasti akan mendalami terlebih dahulu siapa yang telah menyebarkan video tersebut. Namun sebelum itu, pihaknya harus melakukan penelitian digital forensik apakah murni video adegan porno ataukah sudah hasil editing.
"Makanya nanti akan kami teliti video itu apakah asli atau tidak," ujarnya.
Kapolres mengatakan, kasus penyebaran video asusila ini masuk kategori delik aduan dan tidak perlu adanya laporan dari masyarakat, di mana polisi pasti bakal menyelidikinya. Di sisi lain, Kapolres mengakui jika memang sampai saat ini belum ada satu laporanpun dari warga masyarakat berkaitan dengan video asusila ini.
"Belum, belum ada laporan dari manapun. Makanya kami menggunakan dasar laporan informasi untuk menindaklanjutinya," ujar dia.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Film Lokal Rasa Hollywood, 'Pelangi di Mars' Buktikan Mimpi Anak Bangsa
-
Lawan Arus di Jalan Yogya-Wates, Dua Sepeda Motor Hantam Avanza: Empat Remaja Tewas
-
Sausu Tambu: Dari Pesisir Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Berkat Program Desa BRILiaN
-
Kuasa Hukum Sri Purnomo : Bawa Nama Pihak Lain Dalam Replik Tak Ubah Substansi Perkara
-
Aksi Brutal Pemuda di Sleman, Lakukan Pengeroyokan dan Bakar Motor Pakai Kembang Api