Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Rabu, 04 Desember 2024 | 19:36 WIB
ilustrasi nyoblos di Pemilu (Freepik)

Selain itu, menurut Bagas, masyarakat di DIY sangat menyukai peserta kontestasi Pemilu 2024 yang mengangkat kearifan lokal. Dalam hal ini, mereka yang bisa mengawinkan nilai kebangsaan dengan nilai budaya lokal, yakni budaya Jawa.

"Masyarakat suka dengan calon yang mengangkat kearifan lokal, bukan merayakan dengan knalpot brong. Tapi mengangkat nilai kebangsaan dengan nilai budaya lokal, yakni budaya Jawa," ujar Bagas.

Kesimpulannya, penyelenggaraan Pemilu 2024 di DIY dinilai berjalan dengan aman dan tertib. Selain itu, karakter pemilih juga menunjukkan perubahan yang signifikan, dengan semakin banyak pemilih yang menggunakan pendekatan rasional dalam menentukan pilihan politiknya.

Koordinator sekaligus peneliti survei, Ranggabumi Nuswantoro, menambahkan bahwa proses pengambilan keputusan politik dimulai dengan pengetahuan politik yang dimiliki masyarakat. Informasi ini diperoleh melalui berbagai saluran, seperti media massa, media sosial, sosialisasi yang dilakukan oleh KPU, serta media luar ruang seperti baliho dan spanduk yang dipasang oleh kandidat maupun partai politik.

Baca Juga: DJPb DIY Catat Penyaluran KUR Rp4,68 Triliun per 31 Oktober

Pengetahuan politik ini menjadi modal awal bagi masyarakat untuk menelusuri rekam jejak dan profil kandidat, serta mengevaluasi keberadaan dan kredibilitas partai politik yang terlibat. Diskusi dan interaksi sosial juga menjadi elemen penting dalam proses ini, yang akhirnya membawa masyarakat pada pengambilan sikap politik dan keputusan akhir mereka dalam memilih.

“Proses politik di DIY ini sangat ideal sehingga bisa jadi percontohan nasional karena pilihan didasari pada rasionalitas,” kata Ranggabumi.

Load More