Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Ilham Baktora
Rabu, 04 Desember 2024 | 20:25 WIB
Maestro tari, Didik Nini Thowok menyampaikan tentang pentas Kridha Panca Dasa Warsa di Yogyakarta, Rabu (4/12/2024). [Kontributor Suarajogja.id/Putu]

"Kalau di Jogja masih lebih mendinglah ada Keraton, ada banyak sanggar-sanggar tradisi yang masih kuat. Yang saya alami [minimnya penghargaan atas seni tradisional] itu di luar Jogja. Saya pernah ada di satu daerah di luar Jogja, pejabatnya tidak peduli sama budaya. Jadi, seniman dibiarkan begitu saja. Hasilnya ya seadanya. Mereka sering curhat ke saya karena merasa tidak dihargai," tandasnya.

Karenanya melalui pentas tiga hari dalam Kridha Panca Dasa Warsa, Didik mencoba membagikan pengalaman 50 tahunnya berkarya bersama sejumlah seniman, baik dari dalam maupun luar negeri. Betap seni tari yang sudah dipelajarinya selama setengah abad harus dipahami dari sejarah dan filosofinya, bukan hanya dari permukaannya saja.

Sebab banyak generasi muda sekarang hanya mempelajari kulitnya tanpa memahami esensi dari seni tersebut. Didik menekankan bahwa belajar seni itu harus total.

"Proses belajar seni kembali saya kenalkan dalam pentas nanti," ujarnya.

Baca Juga: Pemerhati Film: Tren Film Horor Masih Akan Eksis hingga 10 Tahun ke Depan

Sementara Ketua Yayasan Natya Lakshita, Bambang Pudjasworo mengungkapkan, pentas Kridha Panca Dasa Warsa akan diikuti pelaku seni dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Yogyakarta, Palembang, Kalimantan, Sumatera Barat, Banyumas, Banyuwangi, Bali, dan Cirebon.

"Ada juga penari, koreografer, dan penulis dari mancanegara seperti India, China, Taiwan, Singapore, Belanda, Thailand, dan Amerika Serikat," jelasnya.

Pergelaran yang digelar secara gratis tersebut, lanjut dosen ISI Yogyakarta itu antara lain pertunjukan seni para sahabat Didik Nini Thowok pada 6 Desember 2024.

Dilanjutkan pergelaran ketoprak kolaborasi dengan wayang Po Te Hi dan Opera Cina pada 7 Desember. Terakhir pergelaran tari dari seniman berbagai negara pada 8 Desember 2024.

Acara tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran Masyarakat terhadap pentingnya merawat dan mengembangkan seni pertunjukan tradisional Indonesia. Selain itu meningkatkan pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap keberagaman seni pertunjukan tradisional sebagai identitas budaya bangsa.

Baca Juga: Awas, Sembunyikan Benda Cagar Budaya Bisa Dipidana, Begini Aturannya

"Kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan seni pertunjukan tradisional sebagai sumber potensial bagi pengembangan pariwisata," ungkap dia.

Load More