SuaraJogja.id - Film berjudul "1 Kakak 7 Ponakan" menjadi penutup gelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024, Sabtu (7/12/2024) kemarin. Film besutan Mandela Pictures dan Cerita Films yang disutradarai sekaligus ditulis Yandy Laurens ini mengangkat isu fenomena sandwich generation yang saat ini tengah diperbincangkan.
Dibintangi Maudy Koesnadi, Ringgo Agus Rahman, Chicco Kurniawan, Kiki Narendra, Freya JKT48, Fatih Unru, serta Ahmad Nadhif, film ini ternyata bukan cerita baru. Namun diadaptasi dari sinetron tahun 1996 karya Arswendo Atmowiloto.
"Betapa isu sandwich generation sudah Mas Arswendo sampaikan lebih dari 20 tahun lalu dan masih relevan hingga saat ini," ujar Yandy disela penutupan JAFF 2024 di Yogyakarta, Sabtu Sore.
Yandy mengaku, sengaja kembali memilih karya Arswendo untuk diangkat dalam film setelah Keluarga Cemara yang juga disutradarainya beberapa tahun lalu. Adaptasi sinetron ke film yang dilakukannya merupakan upaya dia menerjemahkan isu dan problematika keluarga pada era 1990an yang masih terjadi di zaman sekarang.
Baca Juga: Dukung Sineas Muda di JAFF ke-19, BSM Rental Gelar Speed-Dating Investasi Film Senilai Rp1 M
Banyak pesan yang disampaikan dalam sinetron dengan judul serupa yang diadaptasi ke film 1 Kakak 7 Ponakan. Betapa hubungan keluarga, diri sendiri, dan pandangan terhadap karier menjadi topik yang terus relevan untuk dibahas dan diperbincangkan sampai kapanpun.
"Meskipun zaman telah berganti dan tantangan berubah, nilai-nilai perhatiannya tetap sama. Ini adalah warisan dari Mas Arswendo untuk generasi kita sekarang [tentang keluarga]," tandasnya.
Sementara Chicco yang memerankan tokoh sentral, Mas Moko mengaku film yang mengangkat sandwich generation tersebut memunculkan perspektif hidup yang baru. Dia yang mewakili Gen Z pun akhirnya memahami dibalik fenomena sandwich generation, ada banyak hal yang melatarbelakanginya.
"Kalau ngomongin sandwich generation, aku juga merasa ada di generasi yang sering melupakan hal-hal kecil, tapi aku gak pernah sadar akan itu," tandasnya.
Puteri Arswendo, Caecilia Tiara mengungkapkan, dirinya merasa bangga karya ayahnya kembali diproduksi dan akan tayang di bioskop pada 23 Januari 2025 itu. Karya-karya Arswendo merupakan warisan yang diharapkan bisa terus dikelola banyak orang.
Baca Juga: Ernest Prakasa "Judi" Tayangkan Film Drakor Indonesia di JAFF 2024, Empat Hari Jelang Rilis
"Yang pasti ini adalah warisan dari bapak [Arswendo]. Dan kami bersama Mandala Pictures memang mengelola karya-karya Bapak semuanya. Kami berharap nanti akan ada lagi karya-karya Bapak yang lain yang diproduksi," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Stasiun Jogja Diserbu Pemudik: Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Besok!
-
Peringatan Dini Tsunami di Underpass Bandara YIA, BNPB: Supaya Masyarakat Waspada, Bukan Menakuti
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Uang Rp20 Ribu di Jakarta dan Yogyakarta
-
Kunjungan Kerja ke BPBD Provinsi DIY, Fikri Faqih Dorong Revisi UU Penanggulangan Bencana
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi
-
Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik