SuaraJogja.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman masih terus melakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata tahun 2020 silam.
Terbaru ada sosok Mantan Bupati Sleman periode 2010-2015, Sri Purnomo dan sang putra Raudi Akmal yang merupakan anggota DPRD Sleman dari fraksi PAN saat itu yang diperiksa.
Lantas apakah sang istri dan ibu dari kedua sosok itu yakni Kustini Sri Purnomo yang merupakan Bupati Sleman saat ini akan menyusul untuk dilakukan pemeriksaan?.
Terkait hal itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman, Bambang Yunianto mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Saat ini pemanggilan sejumlah orang sebagai saksi masih akan dibahas oleh penyidik.
"Itu kita belum bisa menyampaikan ya karena ini kan masih penyidik juga masih melakukan pembahasan-pembahasan dan pendalaman," tegas Bambang ditemui di Kejari Sleman, Kamis (12/12/2024).
Disampaikan Bambang, saat ini kasus tersebut sudah tahap penyidikan memang masih berjalan. Pihaknya masih akan melakukan pendalaman lagi sebelum menetapkan tersangka.
Dia memastikan masih akan ada pemanggilan kepada sosok lain yang diduga mengetahui kasus tersebut. Terkait dengan siapa-siapa saja pihak itu, Bambang belum membeberkannya.
"Pasti ada [pemanggilan lain], kami masih terus, ini berlanjut prosesnya masih berjalan dan pasti nanti kalau sudah akan dilakukan penetapan tersangka pasti kami akan merilis secara resmi," ucapnya.
"Ya yang jelas sekarang ini masih kita dalami kita periksa untuk menyakinkan para penyidik nanti dalam melakukan langkah-langkah selanjutnya," imbuhnya.
Baca Juga: Kejari Sleman Cecar Raudi Akmal 30 Pertanyaan, Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Terus Bergulir
Termasuk mengenai pemanggilan lagi Sri Purnomo dan Raudi Akmal, ia belum bisa memastikan.
"Nanti tergantung dari kesimpulan daripada penyidik dari pendalaman yang dilakukan oleh penyidik. Nanti pasti akan dilakukan langkah-langkah selanjutnya," tuturnya.
Bambang menambahkan penanganan kasus dana hibah pariwisata ini masih akan berlanjut. Dia turut memastikan proses hukum yang berjalan juga akan bersifat transparan.
"Prinsipnya kami dalam hal ini proses penanganan perkara khususnya dana hibah ini pasti akan kita terus berlanjut dan kita transparan, siapapun kita undang, kita panggil, kita periksa sebagai karena ini sudah penyidikan maka sebagai saksi. Kita dalam hal ini akan terus melakukan pemanggilan-pemanggilan," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Kejari Sleman Cecar Raudi Akmal 30 Pertanyaan, Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Terus Bergulir
-
Duduk Perkara Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata di Sleman, Mencuat 2022 hingga Mantan Bupati Diperiksa
-
Mantan Bupati Sleman Jalani Pemeriksaan di Kejari Terkait Perkara Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata 2020
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas