Sekali lagi, menurut Suarajogja.id, Five Stages of Grief memang mengusik. Namun usikan ini bukan apa-apa dibandingkan dengan kawan dari lukisan ini.
Jika Anda berkenan mundur sejenak, Anda akan dipertemukan dengan sebuah patung hitam berwujud manusia yang duduk sembari menyilangkan kedua kaki. Karya lain dari Fathi Mohammed ini dinamai dengan Mori.
"Ketika beberapa seniman mencoba untuk melihat ke luar (diri mereka dalam berkarya), (Fathi selaku pencipta) mencoba bertapa dan melihat ke dalam," begitu lah keterangan menarik yang disampaikan dua kurator Pameran Moda-Modif, Hilmi Reyhan dan Polanco S. Achri dalam tur kuratorial pada Jumat (20/12/2024) kemarin.
Mori tampil di tengah-tengah hiruk pikuk pengunjung yang bergantian menyaksikan lukisan-lukisan di samping kiri dan kanan. Namun daya tarik magnet yang terpancar, tak membendung rasa penasaran bagi mereka yang berpapasan.
Baca Juga: Hadirkan ART MUSIC FESTIVAL 2022, Ini Sederet Acara yang Bisa Dinikmati di The 101 Yogyakarta Tugu
Hitam di atas putih, Mori duduk dengan tenang dengan dua mata terpejam. Karena saat matanya terpenjam, mata para pengunjung yang akan menatap duka di hadapan.
Sedari awal, Mori dipertunjukkan sebagai rekan kolaboratif dari Five Stages of Grief untuk membuka dialog dalam ruang mereka yang bersedia membuka mata untuk menggantikan Mori.
Cara menikmatinya sederhana. Anda hanya perlu berdiri di belakang Mori dan menatap gambar berukuran 250 x 150 sentimeter yang ada di depan Mori.
Posisikan Anda sebagai seseorang yang menyerah atas apa yang terjadi di luar kendali, berbicara dengan apa yang tersimpan di hati, dan menatap duka yang mungkin tak pernah diakui. Kemudian, dengan perlahan, pertanyakan, dimana posisi Anda di gambar tersebut.
Apakah Anda adalah dia yang duduk di atas singgasana, dengan penolakan yang terus mengembara. Apakah Anda adalah dia yang berteriak meluapkan kemarahan, dengan bongkahan-bongkahan di belakang.
Apakah Anda adalah dia yang berlutut dan tawar-menawar dengan Tuhan. Apakah Anda adalah dia yang bergantung pada kenangan dan berkutat pada kesepian yang disimbolkan oleh seekor burung hantu.
Berita Terkait
-
Kabar Duka! Legenda Persebaya Putut Wijanarko Meninggal Dunia
-
Duka di Hari Fitri: Israel Gempur Gaza di Hari Pertama Lebaran
-
Mengatasi Stress Pasca Kematian Pasangan, Peran Kawruh Jiwa pada Lansia Duda
-
Tangkal Sleep Apnea, Injeksi Ini Bisa Jadi Solusi Selamatkan Nyawa Bayi Prematur di Indonesia
-
Review Film Singsot: Siulan Kematian, Saat Bersiul Mendatangkan Setan!
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
Terkini
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir
-
Tren Kunjungan Meningkat, Jip Wisata Lereng Merapi Masih Jadi Alternatif Liburan saat Lebaran 2025
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil