SuaraJogja.id - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengunjungi Kelompok Tani Lemah Subur di Dusun Kwaru untuk meninjau langsung kondisi lahan pasca banjir. Dalam kesempatan itu, Amran memberikan berbagai bentuk bantuan untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca banjir yang melanda wilayah tersebut.
Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Poncosari, Kepanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, yang mengalami kerugian signifikan. Desa Poncosari, yang menjadi lokasi terdampak banjir pada Desember 2024, mendapatkan bantuan benih sebanyak 3.507 kilogram untuk 140,28 hektare sawah di tujuh kelompok tani.
Amran mengungkapkan, berdasarkan data, total luas lahan terdampak banjir di DIY mencapai 185 hektare, dengan 37 hektare di antaranya mengalami puso (gagal panen). Di Kabupaten Bantul sendiri, 139 hektare lahan terdampak, dengan 27 hektare mengalami puso.
"Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian memberikan berbagai bantuan kepada DIY khususnya Kabupaten Bantul," kata dia saat berkunjung ke Bantul, Rabu (15/1/2025)
Khusus untuk Bantul, Kementan memberikan bantuan berupa benih padi untuk 2.516 hektare lahan senilai Rp 1,16 miliar, benih jagung untuk 500 hektare lahan senilai Rp 450 juta, pompa air sebanyak 58 unit senilai Rp 1,74 miliar, combine harvester besar sebanyak 9 unit senilai Rp 3,507 miliar. Kemudian traktor roda 2 sebanyak 15 unit senilai Rp 495 juta.
Setelah itu, Hand sprayer sebanyak 6 unit senilai Rp 6 juta, irigasi perpompaan besar sebanyak 7 unit senilai Rp 789,6 juta, irigasi perpipaan sebanyak 8 unit senilai Rp 752 juta. Total bantuan yang digelontorkan untuk Kabupaten Bantul mencapai Rp 10,93 miliar.
Selain Bantul, bantuan dari Kementan juga disalurkan ke seluruh wilayah DIY dengan nilai total mencapai Rp 19,72 miliar. Bantuan tersebut meliputi benih padi untuk 8.684 hektare lahan senilai Rp 3,25 miliar, benih jagung untuk 24.894 hektare lahan senilai Rp 2,24 miliar, kemudian sisanya berupa hand sprayer, pompa air, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan serta traktor roda 2 yang tersebar di berbagai wilayah DIY.
"Yang paling penting adalan peningkatan produksi pangan di DIY," tegas dia.
Pada 2025, DIY ditargetkan menanam padi seluas 198.696 hektare, dengan Kabupaten Bantul menyumbang target tanam sebesar 34.482 hektare. Untuk jagung, DIY diharapkan mencapai target panen seluas 65.214 hektare dengan produksi pipil kering sebesar 482.588 ton.
Baca Juga: DIY Dapat Kuota Haji 2025 Sebanyak 3.147, Lansia Diprioritaskan
Dalam kunjungannya, Mentan Amran Sulaiman menyatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah untuk pemulihan pasca bencana dan peningkatan ketahanan pangan. Pihaknya ingin memastikan bahwa para petani dapat segera bangkit dan melanjutkan produksi pangan mereka, terutama setelah bencana banjir ini.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Dari Sumur Bor hingga Distribusi Pupuk, Harda-Danang Siapkan Jurus Atasi Krisis Pertanian di Sleman
-
Dinas Pertanian Sleman: Serapan Pupuk Bersubsidi di Bawah 50 Persen
-
Dukung Ketahanan Pangan, Cabup Sleman Harda Kiswaya Kunjungi Lahan Pertanian di Dero Wetan Pakem
-
Saat Ini Anjlok, Dinas Pertanian Sleman Prediksi Harga Cabai Merah Bakal Kembali Naik di Akhir Tahun
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC
-
69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa
-
Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit
-
Sri Sultan Sebut Penurunan Foto Wapres Gibran Tidak Pantas, DPRD DIY Ungkap Fakta Sebenarnya