SuaraJogja.id - Polda DIY membuka posko pengaduan untuk para korban penipuan biro umrah PT Hasanah Magna Safari (HMS). Para korban bisa melapor maupun melengkapi berkas laporan secara online atau offline.
Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan menyampaikan posko pengaduan itu berada di Gedung Ditreskrimum Polda DIY lantai 1. Posko beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
"Tujuannya dari posko ini pertama kami adakan untuk melayani masyarakat yang mungkin juga menjadi korban tapi belum melaporkan. Kami persilakan mendatangi posko ini. Silakan jika memang menjadi korban dan mau melapor. Silakan bawa dokumennya," kata Ihsan, saat di Mapolda DIY, Kamis (23/1/2025).
"Kemudian mungkin juga ada yang sudah menjadi korban tapi belum melengkapi dokumen juga kita persilakan untuk membawa dokumen-dokumen terkait kasus ini," imbuhnya.
Disampaikan Ihsan, posko itu akan memberikan perkembangan terbaru mengenai kasus penipuan umrah oleh PT HMS. Pasalnya hingga saat ini penyidik juga masih melakukan pendalaman terkait kasus yang mencatatkan kerugian hingga Rp14 miliar itu.
"Tujuan kedua melalui posko ini nantinya kami akan update setiap perkembangan hasil pemeriksaan termasuk temuan-temuan yang kami terima nantinya di posko pelayanan ini, kami akan update secara transparan," tandasnya.
Selain itu, mantan Kapolres Bantul itu berharap masyarakat bisa ikut membantu dalam memberikan informasi tambahan mengenai kasusnya. Termasuk aset-aset yang dimiliki oleh pelaku sehingga bisa ditindaklanjuti.
"Kita juga berharap informasi-informasi tambahan dari masyarakat terkait kasus ini, misalnya aset-aset yang dimiliki pelaku. Informasi ini perlu kita ketahui sehingga bisa dilakukan penyitaan aset yang dimiliki pelaku," tegasnya.
Ditambahkan Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kemungkinan tersangka lain. Saat ini diketahui sudah ada satu tersangka yang diamankan yakni pemilik PT HMS, ID (46) warga Mergangsan, Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Enam Polisi Jogja yang Tewaskan Warga Semarang Dipatsus, Mulai Diperiksa Polda Jateng Hari Ini
"Untuk tersangka yang lain karena ini PT kemudian unsurnya dalah penipuan dan penggelapan sementara kami tetapkan satu. Nanti update selanjutnya akan kita informasikan lebih lanjut, siapa yang membantu, atau siapa yang terlibat dalam peristiwa perbuatan pidana ini," ujar Endriadi.
Berdasarkan data yang sudah dihimpun sementara ini, ada 49 korban yang telah melapor ke Polda DIY.
Dengan rincian korban yang dijanjikan berangkat November 2024 sebanyak 11 orang asal Jogja, lalu Desember 2024 ada 24 orang asal NTB, serta Januari 2025 ada 14 orang asal Jogja. Total kerugian ditaksir Rp1,529 miliar.
Kemudian penyidik juga menemukan data dan dokumen yang terdapat diproses penyitaan. Di sana terdata ada 291 orang yang belum diberangkatkan pada medio Desember 2024 sampai April 2025 dengan kerugian sekitar Rp12 miliar.
Ada pula data paket perjalanan haji furoda pada medio Mei-Juni 2025 sejumlah 11 paket dengan nilai kerugian Rp2,11 miliar.
"Sehingga terdapat dugaan kerugian seluruh konsumen itu sekitar Rp14 miliar," tandasnya.
Berita Terkait
-
Jangan Sampai Terlena Harga Miring, Ini Standar Biaya Umrah yang Ditentukan Kemenag
-
Penipu Biro Umrah di Jogja juga Tersangka Kasus Investasi Bodong di Kulon Progo
-
Riwayat PT HMS, Biro Umrah di Yogyakarta yang Nekat Lakukan Penipuan hingga Rugikan Jemaah Miliaran
-
Puluhan Warga Jadi Korban Penipuan Travel Umrah di Yogyakarta, Kerugian Capai Rp14 Miliar
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda