SuaraJogja.id - Polresta Yogyakarta mengungkap sindikat pencurian sepeda motor (curanmor) spesialis Honda Beat di DIY-Jawa Tengah. Empat orang pelaku ditangkap dengan 11 sepeda motor diamankan.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengatakan pelaku memang sengaja menarget motor Honda Beat untuk dicuri. Alasannya karena sepeda motor itu lebih mudah dirusak.
"Hasil dari pemeriksaan pelaku mengatakan untuk jenis itu [Honda Beat] lebih mudah untuk dirusak kuncinya. Ini nanti juga mungkin masukan bagi ATPM [Agen Tunggal Pemegang Merek] untuk lebih safety-nya nanti seperti apa ke depan," kata Aditya saat rilis kasus di Mapolresta Yogyakarta, Kamis (6/2/2025).
Aditya bilang modus operandi pelaku menggunakan berbagai kunci untuk merusak kunci kontak sepeda motor. Setelah berhasil kendaraan curian itu dibawa ke Grobogan, Jateng untuk dijual dan dilengkapi dengan STNK palsu.
Empat orang tersangka itu yakni HP alias Heko (34), sopir, warga Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan yang berperan eksekutor. Lalu AD (27) warga Grobogan, Jawa Tengah, sebagai penadah atau pembeli kendaraan.
Lalu KU (41) warga Grobogan, Jawa Tengah, dengan peran membuat STNK palsu. Serta DA (33) warga Grobogan, Jawa Tengah dengan peran sebagai penadah.
"Kejahatan sindikat ini pelaku HP berhasil melakukan pencurian sepeda seorang diri, dia mengakuinya seorang diri. Namun ini nanti perlu kita dalami lagi apakah memang betul seorang diri atau masih ada tersangka lain atau pelaku lain," ungkapnya.
Setelah HP, melakukan pencurian kendaraan tersebut dikendarai menuju Grobogan dengan plat nomor asli dibuang terlebih dahulu di jalan. HP bertemu AD yang kemudian kendaraan tersebut disamarkan.
"Dengan cara ada diubah warna lis dari atau stiker dari kendaraan tersebut. Misalnya, warna merah diganti warna hijau dan sebagainya," imbuhnya.
Baca Juga: Modus Sewa Lalu Gadaikan, Karyawan Rental di Bantul Gelapkan 20 Motor
Selain itu, kunci kontak motor curian yang telah rusak juga diganti dengan seperangkat kunci yang lain. Kemudian AD memesan STNK palsu kepada KU.
"Kemudian, baru dijual kembali kepada DA sebelum dijual kepada masyarakat," ucapnya.
Berdasarkan hasil dari pemeriksaan kepada pelaku, diakui telah melakukan pencurian sebanyak kurang lebih 20 lokasi dan 5 di antaranya di wilayah Kota Yogyakarta dan sisanya di wilayah lain di Yogyakarta.
"Semua kendaraan tersebut setelah dilakukan pencurian dibawa ke seorang penadah di wilayah Grobogan, Jawa Tengah dengan inisial AD. Kemudian, telah dilakukan pencairan dan penyitaan terhadap 11 kendaraan di berbagai tempat di wilayah Grobogan, Jawa Tengah," pungkasnya.
Atas aksinya empat tersangka dikenakan pasal ancaman yang berbeda. Untuk tersangka HP sebagai eksekutor dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun.
Kemudian untuk tersangka AD dan DA sebagai penadah dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun. Lalu untuk KU sebagai pemalsu STNK dikenakan Pasal 263 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026