SuaraJogja.id - Kesehatan menjadi salah satu sektor yang tidak hanya terdampak kebijakan efisiensi anggaran Presiden Prabowo Subianto. Rencana penutupan lembaga kemanusiaan United States Agency for International Development (USAID) akibat efisiensi anggaran Presiden AS, Donald Trump juga mengancam keberlangsungan berbagai program kesehatan di Indonesia, termasuk penelitian penyakit tropis seperti Tubercolosis (TBC), malaria dan AIDS.
"Permasalahan yang dihadapi [sektor kesehatan] tidak hanya efisiensi anggaran [indonesia], tapi keluarnya Amerika dari WHO (badan kesehatan dunia-red) dan menghentikan operasional USAID, itu institusi yang banyak menyandang dana untuk riset TBC yang selama banyak kita kembangkan, itu dari luar, bukan dari dalam negeri. Sehingga [efisiensi anggaran dalam dan luar negeri] akan sangat berdampak kedepan," papar Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Yodi Mahendradhata disela rangkaian Dies Natalis ke-79 di Yogyakarta, Sabtu (15/2/2025).
Saat ini, penelitian yang dilakukan perguruan tinggi masih menggunakan dana yang tersedia dari bantuan luar negeri. Tetapi ke depannya dana dari luar negeri yang biasa kita terima untuk penelitian, termasuk riset seperti TBC, akan semakin terbatas.
Padahal Indonesia merupakan negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia setelah India. Berdasarkan data WHO, Indonesia menyumbang sekitar 10 persen kasus TBC di dunia.
Belum lagi efisiensi anggaran yang terjadi di Kementerian Kesehatan maupun Kemdiktisaintek akan berpengaruh besar pada penelitian perguruan tinggi. Apalagi dua kementerian itu disebut paling banyak dipangkas anggarannya oleh pemerintah.
"Padahal dana-dana yang ada jadi andalan kami untuk riset, tapi efisiensi itu berdampak besar bagi kita. Kalau FKKMK itu bantuan dari Kemdiktisaintek akan berkurang, padahal selama ini kita banyak bekerjasama juga dengan kementerian kesehatan dan lembaga luar negeri, bantuan pasti akan berkurang juga," paparnya.
Berkaca dari pandemi COVID-19, pemangkasan angagran akhirnya disiasati melalui inovasi dan terobosan yang dimiliki perguruan tinggi yang memiliki fakultas kesehatan. Pola-pola itu diharapkan juga bisa dimunculkan kembali.
"Semangatnya adalah meskipun dana terbatas, hal ini seharusnya tidak menghentikan kita. Justru ini menjadi dorongan untuk berpikir kreatif dan menghasilkan solusi yang lebih efektif dan efisien," ungkapnya.
Sementara Direktur Utama RS Akademik UGM, Darwito mengungkapkan, kebijakan efisiensi anggaran bisa saja berdampak pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan di Kementerian Kesehatan. Bila hal itu terjadi maka klaim rumah sakit untuk pasien BPJS bisa terganggu.
Baca Juga: DIY Bidik Peluang Wisata Insentif Hadapi Efisiensi Anggaran Pemerintah
"Padahal di RS Akademik UGM, hampir 85 persen pasien kami BPJS, yang 15 persen pasien umum. Selama BPJS tidak dipotong, ya kita aman, tapi kalau tidak ya bagaimana. BPJS harus bisa membayar klaim karena BPJS sebagai lembaga wali amanat, ya pemerintah harus hadir," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi
-
Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan
-
Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan