SuaraJogja.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya dilaksanakan di Kota Yogyakarta mulai Senin (17/2/2025). Namun meski sempat tertunda beberapa minggu, sejumlah sekolah di Kota Yogyakarta tetap saja mengalami penundaan pemberian MBG seperti di SMAN 5 Jogja dan SDN 1 Kotagede.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) DIY, Suhirman di Yogyakarta, Selasa (18/2/2025) mengakui pelaksanaan MBG di Kota Yogyakarta memang tidak serentak. Hal ini terkait dengan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Ya, itu nanti tergantung dari SPPG-nya. Kemarin yang tertunda [untuk SMA/SMK] adalah SMA 5, padahal seharusnya SMA 5 juga mendapat jatah di jalur kota ke-11. Tapi harapan kami nanti semuanya bisa terakomodasi. Jadi, mengenai hal itu, yang menentukan adalah SPPG di masing-masing daerah," kata dia.
Menurut Suhirman, selama ini sekolah hanya menyediakan data sasaran siswa. Namun hanya saja dalam pelaksanaannya sering ada penyesuaian dari SPPG sehingga bisa saja ada sejumlah sekolah yang akhirnya tertunda mengikuti program MBG.
Karenanya Disdikpora melalukan pemantauan pelaksanaan MBG secara intensif dua hari sekali. Hal ini dilakukan untuk melihat kelanjutan program MBG, baik dari segi menu maupun dalam pelaksanaannya.
"Apakah anak-anak menghabiskan makanannya [atau tidak]. Kemarin ada usulan tambahan susu, variasi menu, ada yang meminta makanan berkuah, dan ada juga yang mengusulkan tambahan jus. Itu seperti yang diusulkan di beberapa daerah, tapi memang porsinya sudah ditetapkan," ungkapnya.
Meski ada penundaan di sejumlah sekolah, lanjut Suhirman, secara umum pelaksanaan MBG di DIY mulai tingkat SD hingga SMA/SMK sudah cukup baik. Hanya saja dari pengalaman beberapa waktu terakhir, ke depan perlu diperhatikan agar pendistribusian bisa lebih merata di seluruh wilayah.
Satu SPPG maksimal menampung 3.000 siswa untuk menyediakan MBG. Kalau sudah mencapai batas itu, tidak bisa lebih. Lokasi distribusi juga tidak boleh lebih dari 3 km dari SPPG dan semuanya sudah mengikuti SOP yang ada.
Selain itu ada evaluasi jam pengiriman makanan ke sekolah. Sebab pengiriman makanan maksimal dilakukan tiga jam setelah dimasak.
"Kemarin ada permintaan dari sekolah agar pembagian dilakukan saat istirahat pertama, sekitar jam 9. Banyak siswa yang belum sarapan di rumah, atau kalau pun sudah, hanya sedikit. Jadi, ketika ada MBG, mereka tetap bisa sarapan dengan lebih baik," ungkapnya.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul Dimulai, 120 Ribu Siswa Jadi Target
Secara terpisah Waka Kesiswaan SMKN 4 Jogja, Widiatmoko Herbimo mengungkapkan, sekolah tersebut akhirnya bisa mengikuti program MBG setelah tertunda beberapa waktu. Namun baru 640 siswa kelas X dari 18 kelas yang mendapatkan MBG.
"Untuk kelas XI belum ikut [MBG] karena ikut kunjungan industri ke Bali. Kalau kelas XII sedang PKL [pelatihan kerja lapangan]," jelasnya.
Bimo menambahkan, dalam pelaksanaan MBG di sekolah yang dilakukan selama satu minggu, pegawai di sekolah dan siswa dilibatkan. Merek mengambil makanan yang dikirim ke sekolah untuk dibagikan ke masing-masing kelas.
Menu yang diberikan dirasakan cukup bervariasi selama hari terakhir. Diharapkan ada varian makanan agar anak-anak tidak bosan.
"Anak-anak berharap menunya nanti bisa macam-macam," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan
-
Tramadol Masih Mudah Dibeli, Pembatasan Resep Dokter Mendesak, Jalur Ilegal Harus Distop
-
GEMPAR Hadir di Pasar Balangan, Pasar Tumbuh Ekonomi Sleman Tangguh
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau