SuaraJogja.id - Kota Jogja menghadapi ancaman serius akibat lonjakan volume sampah selama bulan Ramadan. Pemda DIY pun menyoroti permasalahan ini dan tengah mengupayakan solusi jangka panjang.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono, menjelaskan bahwa Pemda DIY mengadopsi dua strategi utama dalam mengatasi permasalahan sampah di Kota Jogja. Pertama, melalui pemrosesan sampah yang lebih efisien. Kedua, dengan mengembangkan industri pengolahan sampah, terutama di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bawuran. Fasilitas ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi sampah yang belum tertampung di Kota Jogja.
"Kami berharap TPST Bawuran dapat mengolah hingga 50 ton sampah per hari dari Kota Jogja, sehingga tumpukan sampah yang berlebihan dapat dicegah," ujar Beny dikutip dari Harianjogja.com, Kamis (20/2/2025).
Sebagai bagian dari upaya penanganan sampah, Pemda DIY merencanakan peluncuran proyek pengolahan sampah di Bawuran, Bantul, dalam waktu dekat.
"Kemungkinan minggu depan proyek ini akan diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup," ungkap Beny.
Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas.
Selain itu, Beny juga menyoroti perlunya penambahan alat di TPA Piyungan. Dengan tambahan dua alat pengolahan, proses pengolahan sampah diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
"Jika dua alat tambahan ini tersedia, pengolahan sampah akan jauh lebih maksimal. Kami juga ingin memastikan data produksi sampah yang valid agar langkah penanganan berikutnya dapat segera dilakukan," jelasnya.
Pemda DIY telah berdiskusi dengan Wali Kota Jogja terpilih untuk mencari solusi berkelanjutan atas permasalahan sampah ini. Beny menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kota dalam menangani permasalahan sampah secara efektif.
Baca Juga: Polda DIY Klaim Berhasil Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Korban Meninggal Turun Signifikan
"Kerja sama adalah kunci utama dalam mengatasi persoalan ini," tegas Beny. Ia juga mengungkapkan adanya kendala pada mesin pengolahan sampah di Kota Jogja, khususnya di fasilitas pengolahan Miliran yang memiliki waktu operasional terbatas. "Jika fasilitas di Miliran dapat beroperasi lebih lama, kapasitas pengolahan sampah pasti akan meningkat," tambahnya.
Beny menegaskan bahwa Pemda DIY akan memprioritaskan penyelesaian masalah di TPA Piyungan sebelum melanjutkan agenda lainnya.
"Kami ingin segera menyelesaikan persoalan ini dan saya sangat tidak sabar untuk melihat hasilnya," pungkas Beny.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemda DIY optimis penanganan sampah di Kota Jogja selama Ramadan dan ke depannya akan lebih terkendali. Optimalisasi pengolahan sampah di TPST Bawuran dan penambahan fasilitas di TPA Piyungan diharapkan dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Sistem Satu Sehat Alami Gangguan, Baru 30 Persen Warga Jogja Terlayani Program Kesehatan Gratis
-
Buntut Efisiensi APBD, Tugu Adipura dan Revitalisasi Alun-alun Gunungkidul Batal, Anggaran Dipangkas
-
Gedung Agung Batal Jadi Titik Kumpul hingga Iuran Ditanggung Pusat, Retreat Kepala Daerah Langsung ke Magelang
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi