Fasilitasi yang akan diberikan itu berupa papan nama warung, lalu penanggungjawab, serta daftar menu serta harga makanan dan minuman.
"Jadi contoh harga bakso 10 ribu, harga soto 12 ribu. Jelas di situ, dan di situ ada tulisan bayarlah sesuai dengan harga yang ada di menu itu. Itu untuk menghindari nuthuk di samping kita juga melakukan sosialisasi kepada masing-masing pedagang dan tempatnya itu di wilayah," ucapnya.
Sosialisasi bersama dengan Satpol PP dan pihak lain pun sudah dilakukan secara terus menerus. Para pedagang senantiasa diingatkan untuk tidak melakukan praktik nuthuk.
"Sekali lagi, Yogyakarta adalah kota pariwisata. Sehingga ketika citranya itu negatif ya, karena adanya nuthuk baik itu makanan, minuman, atau parkir tadi tentu itu akan mengurangi citra baik Kota Yogyakarta dan nanti dampaknya adalah berkurangnya wisatawan dampaknya lagi adalah berkurangnya PAD," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi
-
BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan
-
Erna dan Ari, Pasangan Atlet Disabilitas yang Tumbuh Bersama Lewat Warung Kelontong