Fasilitasi yang akan diberikan itu berupa papan nama warung, lalu penanggungjawab, serta daftar menu serta harga makanan dan minuman.
"Jadi contoh harga bakso 10 ribu, harga soto 12 ribu. Jelas di situ, dan di situ ada tulisan bayarlah sesuai dengan harga yang ada di menu itu. Itu untuk menghindari nuthuk di samping kita juga melakukan sosialisasi kepada masing-masing pedagang dan tempatnya itu di wilayah," ucapnya.
Sosialisasi bersama dengan Satpol PP dan pihak lain pun sudah dilakukan secara terus menerus. Para pedagang senantiasa diingatkan untuk tidak melakukan praktik nuthuk.
"Sekali lagi, Yogyakarta adalah kota pariwisata. Sehingga ketika citranya itu negatif ya, karena adanya nuthuk baik itu makanan, minuman, atau parkir tadi tentu itu akan mengurangi citra baik Kota Yogyakarta dan nanti dampaknya adalah berkurangnya wisatawan dampaknya lagi adalah berkurangnya PAD," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Optimisme BRI Hadapi 2026: Transformasi dan Strategi Jangka Panjang Kian Matang
-
Tanpa Kembang Api, Ribuan Orang Rayakan Tahun Baru dengan Doa Bersama di Candi Prambanan
-
Gudeg Tiga Porsi Seharga Rp85 Ribu di Malioboro Viral, Ini Kata Pemkot Jogja
-
Pariwisata Melonjak saat Nataru, Sosiolog UGM Ungkap Risiko Tersembunyi di Balik Ramainya Yogyakarta
-
Kisah Mahasiswa Yogyakarta: Ubah Hambatan Kerja Paruh Waktu Jadi Peluang Karier