Tak jarang kegiatan pengajian ia pimpin untuk memberikan ilmu dan membagikannya ke masyarakat luas.
Ilmunya yang dianggap tinggi juga menjadi keputusan muslim menjaga namanya yang arif.
Tak jarang ia memberikan pengajian yang membahas arti toleransi dan menjaga kerukunan antar semua orang.
KH Bardan Ustman juga terjun ke bidang pendidikan. Ia sempat menjadi Ketua Komite MTsN 4 Gunungkidul.
Bahkan tak jarang ia membagikan ceramahnya ke sekolah-sekolah. Hal itu tak lain untuk memupuk keimanan anak terhadap agamanya.
Ia juga banyak terlibat dalam beberapa konferenci cabang NU di beberapa wilayah, termasuk di Gunungkidul.
Kepiawaiannya sebagai ulama berpengaruh di Gunungkidul juga memberikan angin segar terhadap pemuda untuk belajar secara dalam mengenai Islam.
KH Bardan Ustman belum diketahui pasti lahir dari tanggal berapa. Namun ulama yang sudah menjadi bagian dari Gunungkidul ini tak lekang oleh jasa dia.
Apalagi dekatnya dengan pendidikan di Bumi Handayani memberikan ruang di mana beliau mendapat antusias dari siswa SD dan SMP.
Baca Juga: Siap Mudik? Cek Dulu Harga Tiket Bus Jogja-Jabodetabek, Ada yang Naik Lebih dari Rp300 Ribu
Kedekatannya dengan masyarakat juga menjadi jujugan warga untuk belajar agama terhadap ulama ini.
Tentu kepergiannya menjadi sebuah pukulan bagi seluruh warga NU Gunungkidul. Namun semangat untuk dakwah terus ada.
Hal ini juga yang meneguhkan hati masyarakat Gunungkidul untuk terus membangun dan mempertebal iman Islamnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat