Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Ilham Baktora
Senin, 31 Maret 2025 | 15:14 WIB
Ilustrasi sampah. (Twitter)

"Kebersihan adalah sebagian dari iman. Dan tentu, kalau kita ingin berkemajuan, harus diawali dengan kedisiplinan yang tinggi," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Disbud Kota Yogyakarta, Yetti Martanti bahwa produksi sampah di kawasan wisata Gumaton selalu meningkat cukup signifikan saat musim liburan.

Pada hari biasa, rata-rata sampah yang terkumpul sekitar 5 ton per hari, namun saat liburan Lebaran bisa mencapai 9 hingga 12 ton per hari.

"Kalau per harinya kan rata-rata 5 ton ya kalau yang ada di Tugu, Malioboro, Kraton. Kalau misalnya Lebaran itu 9 sampai 12 ton biasanya itu, sampahnya per hari Tugu, Malioboro, Kraton, ada Alun-Alun Utara itu," ungkapnya.

Baca Juga: Tiket Ludes, Yogyakarta Diserbu Pemudik: KA Java Priority Jadi Primadona

Terkait pengelolaan sampah di kawasan tersebut, Yetti mengatakan bahwa sampah yang terkumpul langsung dibawa ke tempat pembuangan di TPST Kranon. Sampah-sampah itu juga dipastikan tidak akan melalui atau singgah di depo terlebih dulu.

"Kita langsung ke [TPST] Kranon. Jadi kita langsung, begitu kita ambil, nyisir sampah langsung kita bawa ke Kranon. Jadi tidak ada yang tinggal di situ," ungkapnya.

Kosongkan Depo

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta hampir menyelesaikan pengosongan depo-depo sampah di wilayahnya.

Hal ini sebagai antisipasi penumpukan sampah selama libur Lebaran 2025 nanti.

Baca Juga: Hasto Wardoyo Jamin Takbir Keliling Tak Ganggu Lalu Lintas Jogja, Tapi Ada Syaratnya

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo tak menampik ada potensi penambahan produksi sampah di kota gudeg selama libur Lebaran mendatang. Kenaikan itu diprediksi bisa mencapai lebih kurang 20 persen dari jumlah produksi harian.

Load More