Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Kamis, 03 April 2025 | 17:17 WIB
Arus balik Lebaran 2025 di Kabupaten Kulon Progo mengalami lonjakan signifikan pada H+1 dan H+2, Kamis (3/4/2025) . [Kontributor/Julianto]

SuaraJogja.id - Arus balik Lebaran 2025 di Kabupaten Kulon Progo mengalami lonjakan signifikan pada H+1 dan H+2. Berdasarkan laporan dari Kaposko Ops Ketupat Progo 2025 Polres Kulon Progo, Ipda Indra Dedy Saputra, lalu lintas di berbagai jalur utama yang mengarah ke Yogyakarta maupun Purworejo menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang cukup tinggi. Untuk mengantisipasi kepadatan dan meminimalisir kemacetan, kepolisian telah menerapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas.

Menurut Ipda Indra Dedy Saputra, peningkatan arus kendaraan terpantau di jalur nasional yang menghubungkan Yogyakarta dengan Purworejo. Petugas di lapangan, khususnya di Pos Ngeplang, Pos Nggelo, Pos Tugu Pensil, Pos Milir, dan Pos Karangnongko bersiaga. 

"Mereka melakukan penarikan kendaraan secara manual saat terjadi lonjakan arus, baik dari arah Yogyakarta menuju Purworejo maupun sebaliknya," ungkapnya.

Selain itu, Polres Kulon Progo berkoordinasi dengan Polres Bantul dan Pos Pam Klangon untuk memantau serta mengatur lalu lintas di jalur tersebut. Langkah ini bertujuan untuk menghindari kemacetan akibat kendaraan yang berhenti di Jembatan Bantar.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi

Simpang Lima Tugu Brosot juga mengalami lonjakan arus kendaraan dari arah Bantul menuju Kulon Progo sejak H+1 dan H+2. Untuk mengatasi kepadatan, kepolisian mengarahkan kendaraan dari Jembatan Srandakan ke Jalan Daendels.

 "Kami juga menutup jalur menuju ke barat dengan menggunakan water barrier dan traffic cone guna mengurangi kepadatan lalu lintas," tambah Ipda Indra.

Di Simpang Empat Glagah, arus lalu lintas terpantau ramai tetapi tetap lancar. Petugas memastikan kendaraan besar tidak berhenti di atas Jembatan Glagah untuk mencegah risiko kecelakaan dan kerusakan struktur jembatan.

Sementara itu, objek wisata Pantai Glagah juga mengalami peningkatan jumlah pengunjung, namun situasi tetap terkendali dengan imbauan agar wisatawan tidak berenang demi keselamatan.

Jalur utara seperti di Simpang Empat Dekso mengalami peningkatan arus kendaraan dari arah Magelang menuju Sleman dan Kulon Progo, meskipun masih dalam kondisi terkendali. Kawasan wisata kuliner di Simpang Empat Kenteng Nanggulan juga masih dalam kondisi normal, namun kepolisian siap menerapkan sistem penarikan manual jika terjadi lonjakan kendaraan.

Baca Juga: Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik

Kasat Lantas Polres Kulon Progo, AKP Priya Trihandaya, mengingatkan pemudik untuk selalu memperhatikan keselamatan perjalanan.

"Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat dan patuhi aturan lalu lintas. Keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama kami," tegasnya.

Dengan langkah-langkah yang diterapkan Polres Kulon Progo, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan aman dan lancar. Petugas akan terus memantau dan mengatur lalu lintas di titik-titik rawan serta memberikan pelayanan terbaik untuk memastikan kenyamanan para pemudik.

Exit Tol Tamanmartani Kembali ke Fungsi Semula

Jalan Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Tamanmartani kembali mengalami perubahan arus lalu lintas. Setelah sempat dibuka untuk arus balik, kini pengaturan ruas Tamanmartani dikembalikan seperti arus mudik.

Jika pada Senin (1/4/2025) kemarin arus lalu lintas exit tol Tamanmartani dibuat menjadi pintu masuk tol bagi pengendara yang hendak mengarah ke Klaten atau Solo.

Kekinian pengaturan diubah seperti semula, yakni pintu tol Tamanmartani dibuka untuk exit tol dari para pemudik yang berasal dari arah barat menuju timut.

Hal ini dibenarkan oleh Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto. Dia menuturkan perubahan ini hasil koordinasi dengan stakeholder terkait.

"Ya benar [exit tol Tamanmartani diubah untuk keluar lagi]. Mempertimbangkan arus yang dari arah Jawa Tengah yang cukup besar," kata Mulyanto.

Pengembalian pengaturan arus di exit tol Tamanmartani ini juga digunakan untuk memecah kepadatan kendaraan di exit tol Prambanan. 

"Jadi ini untuk mengurai kepadatan yang di exit tol Prambanan itu akhirnya kita ambil keputusan untuk dialihkan melalui exit tol Tamanmartani," ungkapnya.

Kendati demikian, disampaikan Mulyanto, pengaturan ini bersifat situasional saja. Melihat tingkat kepadatan kendaraan yang menuju tol Prambanan dan Tamanmartani.

"Kita situasional saja. Jadi kayak kemarin kita sudah berlakukan arus balik yang ke arah Klaten, jam 7-8 malam kita berlakukan exit tol Prambanan-Tamanmartani sampai jam 10 tadi malam," tuturnya.

Kontributor : Julianto

Load More