Granat yang kerap disebut granat nanas itu ditengarai peninggalan pada Perang Dunia II menurut Kompol Suripto yang kala itu menjabat sebagai Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda DIY.
Granat yang ditemukan juga masih aktif dan strukturnya masih lengkap. Hanya saja termakan usia korosi membuatnya menjadi barang tua.
Tak hanya di Gunungkidul, penemuan granat nanas juga pernah ditemukan di Bantul. Tepatnya di Padukuhan Kunden, RT 5, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan.
Penemuan itu tercata pada 13 Maret 2024 sekitar pukul 17.30 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menjelaskan awal mula granat nanas itu ditemukan oleh warga bernama Yuli Winarno.
Yuli menemukan di sebuah pohon bambu ketika hendak menggali menggunakan cangkul.
Ketika mencangkul itulah sebuah benda hitam misterius ditemukan. Awalnya Yuli heran karena takut terjadi apa-apa ia memberitahu dua rekannya.
Selanjutnya salah satu rekan Yuli menghubungi Polsek Pajangan.
Granat tersebut juga masih aktif dan terlihat cincin pemicunya juga masih tersangkut.
Baca Juga: Kantongi Lampu Hijau dari Pusat, Pemkab Sleman Tancap Gas Isi Kursi Kosong OPD
Menurut Kompol Suripto saat penemuan benda peledak berupa granat itu harus diledakkan di tempat atau disposal.
Hal itu merupakan standar operation procedure (SOP). Meski demikian, peledakan juga harus melihat kondisi lingkungan apakah memungkinkan atau tidak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kenaikan Harga Pertamax Picu Efek Domino, Akademisi Desak Pemerintah Evaluasi Subsidi BBM
-
Baru 58 SPPG di Sleman Kantongi SLHS, 35 Dapur MBG Berhenti Sementara
-
Digeruduk Masa Akibat Pelayanan Lambat, Pemkab dan BPN Sleman Sepakati Evaluasi Besar
-
Penyelenggara Event di Jogja Ketar-ketir,Imbas Rupiah Melemah dan BBM Naik
-
Harga Pertamax Naik, Pekerja Bergaji UMR di Jogja Kian Terjepit