"Ya, agak deg-degan sih mau berangkat tadi, tapi ya cuma bismillah aja lah. Semoga nilai-nilai ini cukup baik. Kemarin-kemarin juga sudah latihan, sekarang Insyaallah nilainya bisa lebih baik lagi," akunya.
Kepala Sekolah SMP Gotong Royong Yogyakarta Ame Lita Tarigan mengungkapkan, sekolah tersebut selama ini memang tidak menerima banyak siswa karena keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) yang dipunyai sekolah.
Namun hal itu tidak menghalanginya untuk tetap membuka kesempatan para siswa yang secara finansial tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan di sekolah yang sudah diampunya bertahun-tahun lamanya.
"Kalau sarpras ya karena memang sedikit siswa-siswanya kami upayakan. Untuk jaringan internet karena Pemkot masih memberi bantuan, ya kita memanfaatkan jaringan yang ada dari Pemkot [untuk ASPD dan pembelajaran sehari-hari]," jelasnya.
Ame lita juga mengaku bersyukur sekolah tersebut tahun ini akhirnya bisa menyelenggarakan ASPD mandiri di sekolah. Pada ASPD sebelumnya, mereka selalu menggabung di sekolah lain yakni di SMPN 7 Yogyakarta.
Karenanya pada ASPD kali ini, sekolah ikut bersemangat menyiapkan berbagai persiapan. Hal ini dilakukan agar empat siswa bisa mengikuti ujian dengan lancar.
Namun karena hanya diikuti empat siswa, sekolah tidak menyiapkan banyak alat pendukung.
Meski demikian mereka tetap mengupayakan semaksimal mungkin meski harus meminjam untuk sebagian alat seperti laptop ke beberapa orang.
"Kemarin kita try out masih gabung. Nah ini kemarin ada sosialisasi bisa full online, kita coba full online, karena yang SMA kemarin ASPD kita sudah nyoba full online," paparnya.
Baca Juga: Sengketa Tanah Mbah Tupon Viral, Polda DIY Periksa Tiga Saksi
Walaupun ditengah keterbatasan,Ame lita mengungkapkan pihak sekolah mendampingi siswanya.
Selain try out, para siswa juga didampingi belajar secara online baik melalui grup WhatsApp, ataupun zoom dengan guru-guru mata pelajaran ASPD.
Meski nantinya para siswa tidak memilih SMA Gotong Royong untuk melanjutkan pendidikannya, sekolah tersebut tidak keberatan. Yang terpenting, siswanya bisa lulus dan tidak putus sekolah dengan alasan apapun.
"Kita maksimal persiapan hasilnya ya sebisanya mereka, semampunya anak-anak. Semoga nanti hasilnya memuaskan, karena kan tidak menjadi mutlak untuk syarat lulus ya. Tapi kan nilai ASPD dipakai untuk melanjutkan ke SMA atau SMK Negeri. Apalagi salah satu dari murid ini cita-citanya masuk SMK 2, semoga nanti bisa," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi
-
Minta Jatah Makan ke Pedagang Bolosego, Aipda S Ditahan Propam Polresta Yogyakarta