Sebab TKP ABA kedepan sesuai rencana akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang mendukung kebijakan Sumbu Filosofi yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Dunia Tak Benda oleh UNESCO.
"Masih boleh beraktivitas sampai dengan tanggal 1 Juni [2025], kan sambil menunggu lokasi baru siap. Setelah itu baru pindah ke lokasi baru," ungkapnya.
Beny menambahkan, Pemda tengah menyiapkan Menara Kopi. Dengan anggaran Rp 2 Miliar dari Dana Keistimewaan (danais), pedagang dan sebagian jukir hanya akan pindah sekitar 750 meter dari kawasan Malioboro.
Karenanya pedagang dan jukir tidak perlu khawatir wisatawan tidak mengetahui kawasan baru tersebut. Apalagi Pemda juga akan memberi tanda parkir sebagai penanda lokasi parkir baru.
"Nanti kan ada yang bantu untuk sirkulasi, kan juga untuk tumbuhkan ekonomi baru. Iya [dipasang plang penanda]," jelasnya.
Beny menambahkan, lokasi parkir baru yang berada di kawasan Kotabaru nantinya dikhususkan untuk kendaraan pribadi baik itu motor atau mobil.
Sedangkan mobil tidak bisa parkir di kawasan tersebut.
Pemda mempersilahkan bus pariwisata parkir di Ngabean atau Senopati untuk sementara waktu. Namun kedepan Pemda tetap melakukan penataan untuk bus pariwisata.
"Di sana [menara kopi] tidak memungkinkan untuk parkir bus pariwisata, bus pariwisata diparkir di Senopati dan Ngabean," ujarnya.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Mobil Bekas di Jogja di Bawah Rp70 Juta, Cocok untuk Bapak-bapak Antar Istri Belanja
Menara Kopi yang berada di kawasan strategis Kotabaru dinilai jadi lokasi strategis bagi para pedagang dan jukir TKP ABA. Meski kawasan tersebut belum bisa menampung seluruh pedagang dan jukir.
Pemda masih menghitung kapasitas kendaraan roda dua dan empat di Menara Kopi. Hal itu dilakukan untuk memastikan kapasitas pedagang dan jukir yang bisa ditampung di lokasi tersebut.
Pemanfaatan Menara Kopi dilakukan selama dua tahun kedepan. Selama dua tahun masa transisi, mereka dibebaskan dari biaya sewa, distribusi, dan pungutan lainnya sebagai bentuk kompensasi.
Jika dalam kurun waktu tersebut belum ada tempat relokasi baru, maka pemanfaatan Menara Kopi akan diperpanjang. Namun kedepan Pemda menyiapkan 30 titik parkir untuk relokasi jukir yang tidak tertampung di Menara Kopi.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas
-
Geger Temuan Mayat dalam Mobil BRV di Sleman, Korban Sempat Hilang Kontak Selama Satu Bulan
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000