SuaraJogja.id - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyoroti kebiasaan masyarakat khususnya anak-anak yang gemar mengonsumsi jajanan cilok.
Menurut Mantan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu, terlalu sering mengonsumsi cilok tidak baik kebutuhan gizi anak.
"Kalau ada anak-anak atau balita sering makan cilok tanpa asupan protein hewani, itu tidak bagus," kata Hasto beberapa waktu lalu.
Disampaikan Hasto, kunci untuk mencegah stunting adalah asupan protein hewani yang kaya akan Omega-3. Hal itu penting untuk meningkatkan kecerdasan otak anak.
Makanan yang dapat dikonsumsi seperti telur dan ikan jenis apapun. Termasuk asupan bagi ibu hamil sejak anak masih dalam kandungan.
"Bukan dilarang [makan cilok], tapi harus dipahami agar mengutamakan yang pokok, yaitu nasi dan lauk protein hewani agar kebutuhan gizi tercukupi," ucapnya.
Orang tua diminta untuk memperhatikan betul apa yang dikonsumsi anak-anak.
Agar asupan gizi tercukupi dan mendukung tumbuh kembang anak dengan baik.
"Kalau makanan selingan atau jajannya itu kandungan gizinya kurang lebih sama dengan nasi, nanti makanan utama pendamping nasi yaitu lauk protein hewani akan terlewatkan," tuturnya.
Baca Juga: Titik Terang Nasib Juru Parkir Malioboro: Relokasi ke Menara Kopi, Gratis Dua Tahun
Sebagai alternatif, Hasto bilang ada beberapa jajanan misalnya risoles, lemper, lumpia hingga arem-arem. Jajanan-jajanan itu disebut memiliki kandungan gizi lebih banyak ketimbang cilok.
"Kalau bicara makanan selingan itu banyak yang lebih bergizi. Misalnya risoles, isinya lengkap ada karbohidrat, sayur, telur. Kemudian arem-arem isi sayur dan daging, lemper isi abon, itu mengandung protein hewani," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi menuturkan bahwa kandungan 100 gram cilok setara dengan 100 gram nasi.
Namun cilok hanya mengandung sekitar 2,42 gram protein sementara nasi lebih tinggi yaitu 3 gram.
"Anak usia 7-12 tahun kebutuhan proteinnya 40 sampai 55 gram, untuk lemak 55 hingga 65 gram. Sementara pada 100 gram cilok hanya mengandung 1,31 gram. Kandungan karbohidrat pada cilok 43,05 gram lebih tinggi dari nasi yaitu 39,80 gram," ungkap Sukidi.
Adapun Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan melakukan pengawasan keamanan pangan dengan menguji kandungan gizi 16 macam jajanan di sekolah dari 21 lokasi. Salah satunya jajanan cilok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air