SuaraJogja.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa hujan masih akan turun di sejumlah lokasi pada musim kemarau kali ini.
Anomali cuaca ini kerap disebut sebagai fenomena kemarau basah.
Pakar Bidang Agrometeorologi, Ilmu Lingkungan, dan Perubahan Iklim Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho, menyatakan kewaspadaan dalam membaca situasi ini.
Bukan hanya soal terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor.
Namun ada hal lain yang patut diwaspadai yakni terkait persoalan pangan.
Apalagi diprediksi fenomena kemarau basah diprediksi akan berlangsung selama tiga bulan ke depan atau setidaknya hingga Oktober 2025.
Menurutnya, dampak kemarau basah sendiri sudah sangat dirasakan petani.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, terlebih saat bulan Mei-Juni, di mana petani sudah bisa menanam komoditas hortikultura seperti cabai atau bawang merah.
Sedangkan di periode yang sama bahkan hingga Juli pada 2025 ini intensitas hujan masih tinggi.
Baca Juga: Panen Raya Menanti, Kulon Progo Terima Traktor & Pompa Air: Petani Siap Tingkatkan Produksi
"Tidak sedikit petani mengalami gagal tanam, diakibatkan perhitungan petani yang meleset," kata Apri, Rabu (16/7/2025).
Para petani menganggap di bulai Mei-Juni, yang notabene secara normal masuk musim kemarau, curah hujan sudah menurun.
Sehingga petani bisa menanam namun ternyata justru sebaliknya.
Masih tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir di lahan.
Sehingga akan menyebabkan kegagalan saat tanam yang pada akhirnya petani tidak bisa melakukan penanaman atau pemanenan (puso).
Kendati berdampak negatif, kata Apri, kemarau basah juga dapat berdampak secara positif untuk pertanian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat
-
Viral Pelari di Jogja Dipukul OTK Saat Ambil Minum, Begini Kronologinya
-
Resmi Promosi, Bupati Sleman Minta PSS Jaga Komitmen di Super League: Jangan Sampai Turun Kasta Lagi
-
Coretan Umpatan di Little Aresha Semakin Banyak, Psikolog UGM Tegaskan Mengikat Anak Tak Dibenarkan