SuaraJogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggandeng korporasi untuk membantu cegah stunting.
Kemitraan dengan sejumlah korporasi itu dibalut dalam bingkai orang tua asuh yang juga mendukung melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Diketahui Pemkot Yogyakarta memiliki program bertajuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Beberapa korporasi yang diajak bekerja sama itu yakni PT Sari Husada Griya Mahardika, Radio Sonora, STIKES Bethesda, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Yogyakarta, Baznas Kota Yogyakarta, Wanita Katolik Republik Indonesia, BSI Maslahat, BPJS Ketenagajerjaan, Bank Jogja dan Bank BPD DIY.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas mengungkap hingga bulan Juli 2025 terdapat 613 sasaran yang didampingi orang tua asuh.
"Sasaran bayi di bawah dua tahun atau baduta ada 485, ibu hamil 116 dan ibu menyusui 12, sehingga total ada 613 sasaran," kata Retnaningtyas, Rabu (23/7/2025).
Total ratusan sasaran itu akan mendapatkan pendampingan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tiap kelurahan. Termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari orang tua asuh yaitu 10 mitra melalui program CSR.
Retnaningtyas mengatakan PMT diberikan kepada kelompok sasaran selama rentang waktu dua sampai enam bulan. Masing-masing sasaran bakal dipantau perkembangannya secara berkala oleh TPK.
"Kami terus mengupayakan untuk pendampingan dan PMT bisa sampai 6 bulan, dipantau secara rutin perkembangannya," ujarnya.
Baca Juga: Rahasia Jogja Kurangi Sampah Hingga 70 Persen: Insentif Penggerobak jadi Kunci
"Termasuk untuk data sasaran baru hingga bulan Juli ini total se-Kota Yogya ada 24 calon pengantin (catin), 111 ibu hamil dan 41 ibu pasca bersalin," tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan pemantauan keluarga berisiko stunting itu penting dilakukan.
Hal itu dinilai menjadi kunci untuk menurunkan stunting dan mencapai zero new stunting.
"Baduta ini harus dipantau, nanti dilihat berat badannya naik atau tidak, tinggi atau panjangnya nambah atau tidak, makanya ASI eksklusif itu sangat penting. Sehingga ibu menyusui juga dipantau dan dipastikan mendapat PMT berupa protein hewani telur dan ikan lele," ucap Hasto.
Selain itu fokusnya tidak hanya pada penurunan stunting, kata Hasto, terlebih ada upaya untuk menuju zero new stunting dan tidak ada penambahan angka stunting baru.
"Catin ini kalau Kurang Energi Kronis (KEK), kemudian anemia, tentu sangat berisiko ketika nanti hamil dan anaknya lahir. Jadi sebelum hamil juga dipantau, diberi PMT kemudian tablet tambah darah," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
Terkini
-
Relawan BRI Peduli Lakukan Aksi Bersih-Bersih Sekolah untuk Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Gempa Guncang Sleman, Aktivitas di PN Sleman Sempat Terhenti
-
Akses Mudah dan Strategis, Ini Pilihan Penginapan Jogja Murah di Bawah 500 Ribu Dekat Malioboro
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Rayakan Ulang Tahun ke-2 dengan Menggelar Berbagai Kegiatan
-
Trah Sultan HB II Ungkap Aset Rampasan Geger Sepehi 1812 yang Masih di Inggris, Nilainya Fantastis