Dia bilang memang bagian depan skripsi dicetak rapi agar 'kelihatan gagah' walaupun memang isi dalamnya tetap diketik manual dengan mesin tik.
"Namanya belum Times New Roman, ya. Kita belum mengenal istilah kayak gitu. Pokoknya kita ngertinya itu dipercetakan lah. Entah itu sekarang namanya Times New Roman, kita enggak ngerti," ungkapnya.
Senada dengan Mustoha, alumni lain yang seangkatan dengan Jokowi, Mulyono, turut membantah bahwa ada jurusan di Fakultas Kehutanan UGM saat itu.
"Saya Fakultas Kehutanan, cuma skripsinya ambil ekonomi manajemen. Jadi tidak ada jurusan," ucap Mulyono.
Mulyono turut menegaskan pembobotan mata kuliah itu memang memungkinkan mahasiswa fokus ke bidang tertentu. Namun tetap dalam kerangka satu fakultas.
"Jadi saya tegaskan tidak ada jurusan saat itu cuma skripsinya ngambil apa. Tidak ada jurusan, cuma bidang studinya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh