Dia bilang memang bagian depan skripsi dicetak rapi agar 'kelihatan gagah' walaupun memang isi dalamnya tetap diketik manual dengan mesin tik.
"Namanya belum Times New Roman, ya. Kita belum mengenal istilah kayak gitu. Pokoknya kita ngertinya itu dipercetakan lah. Entah itu sekarang namanya Times New Roman, kita enggak ngerti," ungkapnya.
Senada dengan Mustoha, alumni lain yang seangkatan dengan Jokowi, Mulyono, turut membantah bahwa ada jurusan di Fakultas Kehutanan UGM saat itu.
"Saya Fakultas Kehutanan, cuma skripsinya ambil ekonomi manajemen. Jadi tidak ada jurusan," ucap Mulyono.
Mulyono turut menegaskan pembobotan mata kuliah itu memang memungkinkan mahasiswa fokus ke bidang tertentu. Namun tetap dalam kerangka satu fakultas.
"Jadi saya tegaskan tidak ada jurusan saat itu cuma skripsinya ngambil apa. Tidak ada jurusan, cuma bidang studinya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
Terkini
-
Trah Sultan HB II Ungkap Aset Rampasan Geger Sepehi 1812 yang Masih di Inggris, Nilainya Fantastis
-
7 Rumus Tabung Terlengkap Beserta Contoh Soal dan Jawabannya
-
Berakhir Damai, Ini 6 Fakta Kasus 'Jambret Janti' yang Diselesaikan Lewat Restorative Justice
-
Kejari Sleman Isyaratkan Segera Umumkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Heboh Kasus Hogi Minaya, Karena Bikin Dua Jambret di Sleman Tewas, Sri Sultan Angkat Bicara